Cerita Perubahan

Pemerataan Kualitas Pendidikan Melalui Sekolah Penggerak di Asmat

Author: Admin
Published: 01/08/2018

Murid-murid SD Inpres Syuru di Kabupaten Asmat (Foto: KOMPAK)

Pemerataan pendidikan bagi anak-anak Indonesia menjadi salah satu fokus kegiatan pemerintah Indonesia yang terus menerus digalakkan setiap tahun. Pemerintah tidak pernah berhenti berupaya untuk memberikan pendidikan berkualitas merata, baik bagi anak-anak di kota hingga ke pelosok-pelosok Indonesia. Syuru adalah kampung yang terletak di perbatasan selatan Kota Agats, Ibukota Kabupaten Asmat, Papua. Kampung ini dapat ditempuh selama 10 menit berjalan kaki dari pusat Kota Agats. Sama seperti daerah lain di Kabupaten Asmat, Syuru dibangun di atas rawa, berlumpur dan terpengaruh pasang surut air laut. Sebagian besar masyarakat kampung ini bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. 

Di Kampung Syuru terdapat Sekolah Dasar (SD) Inpres Syuru. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1982. Murid-muridnya sebagian besar berasal dari Kampung Syuru, Asuwets dan Kaye. Kondisi SD Inpres Syuru tidak berbeda dari sekolah-sekolah lain di Kota Agats. Jumlah murid tidak sebanding dengan jumlah kelas yang ada. Fasilitas belajar mengajar tidak terawat, buku-buku berdebu memenuhi perpustakaan serta belum adanya manajemen pengelolaan sekolah yang baik. Abraham Yakairem sang kepala sekolah, bersama para guru sudah berupaya memperbaiki keadaan sekolahnya. 

Namun upaya mereka belum berbuah maksimal lantaran kurangnya dukungan yang mereka terima. Impian untuk mewujudkan sekolah mulai terwujud ketika program KOMPAK-LANDASAN II hadir di Kabupaten Asmat. Jalan menuju perubahan semakin terang. Pada bulan Mei 2017, Kepala Sekolah SDN Syuru, Abraham Yakairem bersama dua guru senior, Susilo dan Amaranta Letsoin mengikuti Pelatihan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan persiapan akreditasi. Pelatihan ini menjadi jalan bagi SD Inpres Syuru untuk melakukan perubahan tata kelola dan perbaikan layanan. 

SDN Inpres Syuru bergegas mengimplementasikan hasil pelatihan. Hal pertama yang dilakukan adalah membentuk Tim Akreditasi untuk persiapan akreditasi sekolah. Demi memenuhi syarat akreditasi, sekolah harus berbenah. Pengelolaan sekolah harus berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan. Sekolah bergegas menyiapkan Dokumen Rencana Sekolah, Rencana Kerja Sekolah (RKS), Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS), Laporan Keuangan Sekolah, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Dokumen Evaluasi Diri Sekolah dan sebagainya. 

Masyarakat pun terlibat dalam gerakan perubahan sekolah. Ketua Komite Sekolah dan Kepala Kampung hadir dalam Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah. Pasca pelatihan, komite aktif melakukan pertemuan dan memberi masukan terhadap proses belajar-mengajar serta pembangunan sekolah. Kampung Syuru, Asuwets dan Kaye mengalokasikan Dana Kampung (ADD) sebesar Rp100 juta untuk sekolah. 

Dana ini digunakan untuk membantu pembangunan beberapa prasarana sekolah. Para Kepala Kampung juga berkomitmen untuk mendorong orang tua tetap menyekolahkan anak-anak mereka dan tidak membiarkan anak-anak tinggal di kebun. Gerakan perubahan ini berbuah manis dengan dikeluarkannya akreditasi A bagi SD Inpres Syuru pada bulan Oktober 2017. “Perubahan ini tidak lepas dari pendampingan program KOMPAK-LANDASAN II,” ungkap Amaranta, Guru Bahasa Inggris SD Inpres Syuru. Dampak positif lainnya adalah meningkatnya prestasi siswa. 

Pada bulan November 2017, SD Inpres Syuru tampil sebagai juara umum pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SD se-Kabupaten Asmat. Saat ini, SD Inpres Syuru masih terus memperbaiki diri untuk menjadi Sekolah Dasar Penggerak di Kabupaten Asmat. Pada bulan Februari 2018, SD Inpres Syuru mendampingi SD YPPK Santo Don Bosco Ewer untuk menyusun visi misi sekolah dan dokumen-dokumen utama sekolah, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang proses akreditasi. SD Inpres Syuru bersama SD Darussalam, SD YPPK dan SD YPPGI aktif mendorong dan menggerakkan sekolah lain di Kabupaten Asmat untuk memperbaiki tata kelola sekolah demi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Membangun Roh Program PROSPPEK

“Kami percaya data Sistem Administrasi dan Informasi Kampung atau SAIK Plus ini akurat dan selalu diperbaharui karena dikelola oleh kader kampung setempat sehingga bisa menjadi das...

Cerita Perubahan
Aspirasi Masyarakat Sebagai Acuan Prioritas Desa

Sejak 2019, KOMPAK dan SEKNAS FITRA telah mengujicoba mekanisme masukan dari masyarakat, yang dikenal sebagai 'Posko Aspirasi', di 33 desa. Uji coba di Desa Tangkil, Kabupaten Tren...

Cerita Perubahan
Membantu Pemerintah Desa Merencanakan dan Menyelenggarakan Layanan Dasar

“Saya adalah salah seorang fasilitator PTPD. Kami memberikan dukungan ke desa-desa dalam mengembangkan dan mengevaluasi APB Desa [Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa] mereka. Kami...

Menghadapi

COVID-19