Artikel

Menjadi Warga Sebenarnya: Pelayanan Administrasi Kependudukan Bagi Masyarakat Miskin dan Rentan

Author: Meita Annissa
Published: 04/12/2019


Suasana Sidang Itsbat di Bima untuk mendapat surat nikah. (Foto: KOMPAK)

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bima meluncurkan inovasi Pelayanan Adminduk untuk Masyarakat Miskin dan Marginal pada bulan Juni 2018. Target sasaran inovasi ini adalah kelompok rentan yang selama ini belum terjangkau layanan adminduk seperti kelompok migran dari daerah lain, anak-anak buruh migran (pekerja Indonesia di luar negeri), penyandang disabilitas, dan penderita penyakit kronis. Program ini dimulai dengan menyelesaikan Surat Nikah melalui pembaharuan perkawinan bagi 113 pasangan suami-istri serta menerbitkan 323 Akta Kelahiran (205 perempuan dan 118 laki-laki) pada semester kedua 2018.

“Berkat program ini kami sekarang punya KTP. Kami juga dapat mengurus surat pernikahan karena ada pelayanan pembaharuan janji nikah bagi kami yang Nasrani. Kami sangat senang dan terharu dengan pelayanan ini. Sekarang kami merasa menjadi warga sebenarnya,” terang Markus Tobe (45) warga asal Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Kecamatan Donggo. Pada periode Januari sampai Agustus 2019, layanan adminduk untuk masyarakat miskin dan marginal ini telah menjangkau 116 warga termasuk 95 orang penyandang disabilitas dan 21 orang kelompok rentan termasuk anak dari buruh migran, lansia miskin dan perempuan kepala keluarga.

Layanan ini berupa penjangkauan langsung ke rumah warga yang terbatas mobilitasnya untuk berkunjung ke pusat layanan. Inovasi ini merupakan perwujudan implementasi Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Percepatan Akta Kelahiran Kabua Ncore (dalam bahasa Bima bermakna: gotong royong atau bersama-sama), yang difasilitasi oleh KOMPAK. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima, M. Salahudin mengatakan bahwa prioritas disdukcapil saat ini adalah memberikan layanan adminduk bagi masyarakat miskin dan rentan yang tidak dapat menjangkau pusat layanan. “Prinsip kami adalah memberi kemudahan bagi masyarakat,” tuturnya. (Oleh: Susana Dewi, frontline service coordinator NTB.)

Artikel Aktivitas Lainnya

Artikel
Test

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah melakukan pendataan warga terdampak COVID-19 yang akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT)-Dana Desa. Pendataan dilakukan oleh relawan Sa...

Artikel
Menuju Desa Berdaulat, Melalui Peran Perempuan Yang Kuat

Sejak tahun 2014, PEKKA bersama KOMPAK dan MAMPU memang secara intensif telah melakukan berbagai inisiatif untuk memperkuat perempuan pemimpin di desa

Artikel
Memampukan Perempuan Papua Lewat BANGGA Papua

Perempuan memegang peran kunci dalam program BANGGA Papua. Ibu/wali anak dinilai sebagai orang yang paling tahu kebutuhan anak, termasuk kebutuhan gizi dan kesehatannya.