Cerita Perubahan

Membantu Pemerintah Desa Merencanakan dan Menyelenggarakan Layanan Dasar

Author: Paulus Enggal
Published: 05/06/2020

“Saya adalah salah seorang fasilitator PTPD. Kami memberikan dukungan ke desa-desa dalam mengembangkan dan mengevaluasi APB Desa [Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa] mereka. Kami juga membantu desa menggunakan alat-alat yang membantu mereka dalam perencanaan dan penganggaran,” jelas Darmujiadi. Dalam perannya sebagai Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD), Darmujiadi bertugas memberikan dukungan teknis kepada pemerintah desa di wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Sejak 2015, sebagai bagian dari kebijakan desentralisasi, Pemerintah Indonesia telah meningkatkan pendanaan langsung ke pemerintah desa hingga empat kali lipat. Ini berarti pemerintah desa  memperoleh lebih banyak sumber daya dan wewenang dalam pengambilan keputusan, yang memungkinan mereka merencanakan, menganggarkan, dan menyelenggarakan layanan masyarakat yang lebih baik. Menurut analisis KOMPAK, tiap pemerintah desa menerima sekitar dana Rp3 juta per warga, atau sekitar Rp10-15 miliar untuk desa dengan populasi 5.000 jiwa.

“Salah satu tantangan utama yang kami hadapi adalah kapasitas petugas desa. Selain membenahi peraturan dan meningkatkan pendanaan, kami juga perlu mengembangkan sumber daya manusia di desa-desa untuk dapat menjalankan wewenang yang lebih besar ini,” kata Darmujiadi.

Di sinilah pentingnya peran PTPD. Mereka menjadi mitra pemerintah desa untuk membantu mereka mengelola berbagai wewenang tersebut secara lebih efektif.

“Sebelum ada PTPD, desa hanya berperan menjalankan roda administrasi dan birokrasi. Sekarang dengan bantuan dan pemantauan PTPD, desa bisa lebih fokus pada kinerja dan meningkatkan layanan bagi masyarakat," kata Darmujiadi. Ia menambahkan, "Kami membantu desa mensinergikan perencanaan, penganggaran, dan pelaporan dengan pelaksanaannya. Kami membantu pemerintah desa duduk Bersama dan membahas APB Desa, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, dan laporan tahunan mereka. Kami juga memberikan dukungan pelatihan dan evaluasi untuk memastikan dana mereka sesuai prioritas dalam perencanaan desa.”

KOMPAK mengembangkan model asistensi teknis PTPD lewat kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari Strategi Nasional lebih luas tentang Penguatan Kapasitas Aparat Desa (PKAD).

Meski Kecamatan Panggul bukan wilayah kerja KOMPAK, pemerintah kecamatan di wilayah ini belajar dari keberhasilan kecamatan tetangganya dan bertekad untuk mempraktikkanya.

Agus Dwi Karyanto, Camat Panggul, menjelaskan, “Meski Panggul bukan daerah KOMPAK, kami sangat tertarik dengan kecamatan lain yang menerapkan PTPD dan kegiatan lain seperti SID [sistem informasi desa] dan pengembangan ekonomi lokal. Kami meminta bantuan KOMPAK agar bisa mengadopsi kegiatan-kegiatan ini. KOMPAK kemudian mengundang kami mengikuti pelatihan tentang PTPD dan lain-lain. Kini, sejak 2019, kami telah menjalankan PTPD dan berhasil mencapai berbagai kemajuan besar. Berkat PTPD, anggaran kami pun kini sejalan dengan pengeluaran!”

Empat dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek kini telah mengadopsi pendekatan PTPD. Pencapaian ini akan kian meluas di tahun-tahun mendatang karena Pemerintah Indonesia – lewat kemitraan dengan Bank Dunia dan didukung KOMPAK – akan menerapkan pendekatan serupa ke 350 kabupaten tambahan di seluruh Indonesia.

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Aspirasi Masyarakat Sebagai Acuan Prioritas Desa

Sejak 2019, KOMPAK dan SEKNAS FITRA telah mengujicoba mekanisme masukan dari masyarakat, yang dikenal sebagai 'Posko Aspirasi', di 33 desa. Uji coba di Desa Tangkil, Kabupaten Tren...

Cerita Perubahan
Menggunakan Data Desa untuk Pengentasan Kemiskinan dan Catatan Sipil

Sejak 2016, KOMPAK mendukung Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, membangun sistem informasi desa (SID). KOMPAK mulanya hanya membantu penerapan SID di dua kecamatan. Berkat k...

Cerita Perubahan
Mengembalikan Senyum Di Bibir Inak Hafazah

Hafazah (50) tinggal bersama kedua buah hatinya, Artik dan Nur Asyiah di Desa Kalijaga Timur, Kabupaten Lombok Timur. Sehari-hari, Hafazah bekerja sebagai buruh tani dengan penghas...