Artikel

Memampukan Perempuan Papua Lewat BANGGA Papua

Author: Meita Annissa
Published: 18/12/2019

Seorang ibu menunjukan uang yang ia terima dari Bangga Papua. (Foto: Bakti)

Pagi itu, (8 Okt 2019) puluhan ibu duduk rapi di teras gereja tidak jauh dari dermaga Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga, Kabupaten Asmat-Papua. Sebagian besar datang dengan anaknya yang berusia nol hingga hampir 4 tahun. Setiap ibu memegang map plastik berisi dokumen kependudukan: KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran. Ada juga yang membawa buku tabungan Bank Papua. Hari itu adalah hari pertama pelayanan pencairan dana BANGGA Papua. Gereja ini menjadi salah satu lokasi pembayaran untuk melayani 396 penerima manfaat dari tujuh kampung di distrik tersebut.

Perempuan memegang peran kunci dalam program BANGGA Papua. Ibu/wali anak dinilai sebagai orang yang paling tahu kebutuhan anak, termasuk kebutuhan gizi dan kesehatannya. Karena itulah dana BANGGA Papua dipercayakan kepada mereka. Hal ini memampukan perempuan Papua untuk ikut mengelola keuangan keluarga dan bertindak sebagai pengambil keputusan dalam keluarga, terutama untuk memastikan tercukupinya kebutuhan gizi dan kesehatan anak mereka.

Perempuan, dalam BANGGA Papua, disejajarkan kedudukannya dengan laki-laki sebagai kepala keluarga sehingga bisa ikut mengatur hal-hal yang mendukung kesejahteraan keluarganya. Dalam kegiatan pencairan dana, ibu/wali juga diberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan dan gizi anak, sehingga mereka mau menggunakan dana yang diterima, untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Sekretariat bersama (sekber) Asmat – pelaksana program lintas sektor dan multi pihak di tingkat kabupaten - bekerja sama dengan puskesmas setempat menghadirkan tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi ini. Ibu/wali juga diajar untuk menyimpan dana yang diterima untuk keperluan mendesak, seperti untuk berobat anak.

Pemberian dana kepada ibu merupakan hal baru bagi masyarakat Papua. Dana bantuan biasanya diberikan kepada kepala desa atau bapak. Sejak awal program, Sekber Asmat berkolaborasi dengan tokoh adat dan gereja, melakukan edukasi kepada kaum bapak agar mereka mendukung pendekatan ini. Kini, para ibu di Papua punya pengetahuan dan kesempatan untuk ikut menentukan masa depan anaknya yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua yang sedang membangun Generasi Emas Papua dan mendukung salah satu visi nasional untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. (Oleh:  Syaifullah & Desy Mutialim, Yayasan BaKTI)

Artikel Aktivitas Lainnya

Artikel
Test

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah melakukan pendataan warga terdampak COVID-19 yang akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT)-Dana Desa. Pendataan dilakukan oleh relawan Sa...

Artikel
Menuju Desa Berdaulat, Melalui Peran Perempuan Yang Kuat

Sejak tahun 2014, PEKKA bersama KOMPAK dan MAMPU memang secara intensif telah melakukan berbagai inisiatif untuk memperkuat perempuan pemimpin di desa

Artikel
Menjadi Warga Sebenarnya: Pelayanan Administrasi Kependudukan Bagi Masyarakat Miskin dan Rentan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bima meluncurkan inovasi Pelayanan Adminduk untuk Masyarakat Miskin dan Marginal pada bulan Juni 2018.