Profil

Hikmah dari Seorang Nikmah

Author: Nugroho Purwanto
Published: 01/07/2021

Nama saya Nikmah. Ini kisah yang dimulai pada Februari 2017, saya mulai menjadi Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Tapem) di Kantor Camat Belik. Kecamatan Belik termasuk dalam wilayah Kabupaten Pemalang,  Jawa Tengah. Sebelumnya saya penyuluh lapangan di Dinas Keluarga Berencana. Jadi bayangkan, biasanya berurusan dengan alat-alat kontrasepsi, tiba-tiba terpaksa berurusan dengan pemerintahan desa.

Saya makin galau dan canggung saat aparatur dari berbagai desa datang untuk berkonsultasi soal Dana Desa, administrasi pelaporan, hingga bagaimana menyusun peraturan desa. Situasi ini berlangsung selama tiga bulan. Selama periode ini, saya mengandalkan salah satu staf yang sebelumnya menjabat Sekretaris Desa. Kemudian pada bulan Mei, saya punya kesempatan ikut pelatihan dasar Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) yang dilaksanakan oleh KOMPAK. Saya jadi peserta yang paling ceriwis dan selalu bertanya. Rasa haus pengetahuan terpuaskan setelah mengikuti acara ini. Setelah selesai pelatihan, saya tetap berkomunikasi dan bertanya melalui WhatsApp kepada trainer.

Pengetahuan ini semakin berkembang ketika  saya dan tim di Seksi Tapem mencoba membuat Klinik Konsultasi Desa. Saya juga dibantu para pendamping desa di Belik. Saya bersyukur bisa mempelajari hal-hal baru, seiring semakin seringnya berinteraksi dengan aparatur desa. Di semester kedua tahun yang sama, saya sudah lebih berani melakukan bimbingan kepada 12 pemerintah desa. Ini hal yang sebelumnya tak terpikirkan, karena di awal saya lebih banyak berlindung di belakang tim saya sendiri.

Meningkatnya intensitas konsultasi di Klinik Konsultasi Desa mendorong kami membuat jadwal pendampingan reguler. Hal ini dilakukan supaya pendampingan lebih merata dan berkualitas. Kami juga meluangkan waktu untuk berdiskusi di dalam tim  jika ada pertanyaan yang belum terjawab, misalnya terkait musyawarah perencanaan, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa atau penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa yang cukup rinci itu. Sehingga kami punya pemahaman yang sama jika muncul pertanyaan serupa.  Jika diperlukan, kami juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes)  atau  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pemalang untuk terlibat dalam klinik. Jadi sambil menjalankan klinik, kami juga belajar banyak dari perangkat daerah.

Jadi ada dua hikmah dari proses yang saya alami. Pertama, jangan ragu dan takut salah dalam belajar.  Justru akan memudahkan kita untuk semakin mendapatkan pengetahuan dan keahlian. Kedua, tidak ada salahnya kalau kita tidak paham seluruh hal. Libatkan pihak lain yang lebih mengerti persoalan.

--

Profil
Asa Didin Bagi Mereka yang Miskin

Saya Didin, Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya BAPPEDA Litbang Kabupaten Pekalongan. Jabatan ini memposisikan saya sebagai anggota perumus Laboratorium Kemiskinan, sebuah...

Profil
Manfaatkan Momentum dan Libatkan Semua

Muhammad, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Rarang Selatan, Kabupaten Lombok Timur

Profil
Setiap Orang Bisa Sukses Jika Diberi Kesempatan

Christina Ambarwati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek

Menghadapi

COVID-19