Cerita Perubahan

Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan (GERTAK) di Kepulauan Pangkep

Author: Admin
Published: 09/05/2019

Dewi Sriyani, murid SMA 20 di Kabupaten Pangkep melakukan proses perekaman data untuk pembuatan KTP pertamanya (Foto: KOMPAK)

Pemerataan dan kemudahan layanan administrasi penduduk (adminduk) menjadi salah satu fokus aktivitas KOMPAK di Indonesia. KOMPAK meyakini bahwa layanan administrasi kependudukan adalah hak setiap warga negara. Surat-surat identitas hukum yang jelas, membukakan akses masyarakat terhadap hak-hak sebagai warga negara, terutama dalam konteks akses pendidikan dan kesehatan. 

Untuk itu KOMPAK meluncurkan program Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan (GERTAK) di wilayah Kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya pada 17 Mei 2017. “Pemerintah Kabupaten Pangkep melaksanakan Program Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan ini untuk meningkatkan cakupan kepemilikan identitas hukum terutama Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta Kelahiran,” jelas Mustari, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangkep. 

Mustari menambahkan, pada tahun 2017, dari 234 ribu jiwa penduduk Pangkep yang berusia 17 tahun ke atas, baru 64% atau sekitar 150 ribu yang memiliki e-KTP. Sementara jumlah kepemilikan Akta Kelahiran pada anak usia 0-18 tahun baru mencapai 50% atau sekitar 73 ribu jiwa. Prinsip dasar program GERTAK di Kabupaten Pangkep adalah mendekatkan layanan kependudukan kepada masyarakat. “Kami melaksanakan pelayanan keliling baik ke desa maupun sekolah. Utamanya untuk melakukan perekaman e-KTP,” jelas Mustari. 

Pelayanan keliling ini juga ditujukan bagi masyarakat Pangkep yang tinggal di wilayah kepulauan. Kabupaten Pangkep memiliki 115 pulau, 80 diantaranya berpenghuni. Sebanyak 20% atau sekitar 66 ribu jiwa tinggal di empat kecamatan wilayah kepulauan. Pelayanan keliling di wilayah kepulauan dilaksanakan setiap bulan Mei, Oktober dan November ketika gelombang lebih bersahabat. “Masyarakat di wilayah kepulauan adalah prioritas kami, mengingat sulitnya akses transportasi dan komunikasi,” imbuh Mustari. 

Disdukcapil setempat juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menerbitkan akta kelahiran bagi anak-anak yang lahir di puskesmas, rumah sakit umum daerah atau fasilitas kesehatan milik pemerintah lainnya. Terobosan Disdukcapil lainnya adalah adminduk Night Service. Adminduk Night Service adalah pemberian layanan adminduk malam hari di tempat-tempat keramaian masyarakat. “Kami sengaja buka night service karena banyak masyarakat yang tidak punya waktu di siang hari. Selain itu, tempat-tempat keramaian adalah titik kumpul masyarakat, sehingga kami bisa menjangkau lebih banyak orang,” terang Mustari. 

Untuk layanan adminduk keliling di sekolah, Disdukcapil bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Masing-masing sekolah mendata siswa mereka yang sudah berusia 17 tahun. “Kami mengumpulkan siswa-siswa tersebut untuk mensosialisasikan pentingnya kepemilikan identitas hukum seperti KTP atau akta kelahiran,” terang Sukmawati, staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). 

Di akhir kegiatan, Disdukcapil meminta para siswa membawa akta kelahiran dan surat pengantar dari desa untuk keperluan perekaman data e-KTP. Waktu perekaman data disesuaikan dengan agenda masing-masing sekolah. “Minggu ini kami sudah melaksanakan perekaman data di lima sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 319 orang,” imbuh Sukmawati. 

Upaya pemerintah ini membuahkan hasil. Disdukcapil mencatat bahwa pada Mei 2018, setahun setelah GERTAK diluncurkan, jumlah warga yang memiliki e-KTP meningkat 28 persen. Kini ada 211.431 penduduk Pangkep yang sudah memiliki e-KTP. Sementara kepemilikan Akta Kelahiran pada anak usia 0-18 tahun meningkat 23%, menjadi 96.293 orang. Menurut Mustari, keberhasilan ini adalah berkat kerja sama dengan berbagai pihak terutama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah desa, kecamatan serta masyarakat. “Saya senang ada perekaman e-KTP di sekolah. KTP penting sebagai identitas yang digunakan seumur hidup. Kalau saya punya KTP, saya bisa hidup lebih baik,” tukas Fauzan Abdurahman, siswa kelas XII.

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Membangun Roh Program PROSPPEK

“Kami percaya data Sistem Administrasi dan Informasi Kampung atau SAIK Plus ini akurat dan selalu diperbaharui karena dikelola oleh kader kampung setempat sehingga bisa menjadi das...

Cerita Perubahan
Aspirasi Masyarakat Sebagai Acuan Prioritas Desa

Sejak 2019, KOMPAK dan SEKNAS FITRA telah mengujicoba mekanisme masukan dari masyarakat, yang dikenal sebagai 'Posko Aspirasi', di 33 desa. Uji coba di Desa Tangkil, Kabupaten Tren...

Cerita Perubahan
Membantu Pemerintah Desa Merencanakan dan Menyelenggarakan Layanan Dasar

“Saya adalah salah seorang fasilitator PTPD. Kami memberikan dukungan ke desa-desa dalam mengembangkan dan mengevaluasi APB Desa [Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa] mereka. Kami...

Menghadapi

COVID-19