Cerita Perubahan

Dokumen Kependudukan Untuk Mengurangi Tingkat Kemiskinan

Author: Admin
Published: 17/10/2019

Warga Desa Ngumbul menyerahkan berkas untuk mengurus dokumen kependudukan (Foto: KOMPAK)


Salim (65) warga Desa Ngumbul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, baru memiliki akta kelahiran beberapa bulan lalu. “Dulu di rumah nggak ada yang punya Akta Kelahiran, termasuk anak dan cucu saya. Dulu kami tidak tahu kalau Akta Kelahiran itu penting untuk mendapatkan layanan dari pemerintah,” ujar Salim.

Pengalaman serupa Salim lumrah ditemui di Pacitan. Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pacitan Ari Januarsih mengatakan bahwa kurangnya pemahaman dan jauhnya jarak untuk menjangkau pusat layanan menyebabkan tingginya jumlah warga yang tidak memiliki dokumen kependudukan.

Situasi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan saat mereka akan melaksanakan program penanggulangan kemiskinan Grindulu Mapan, karena mereka tidak memiliki data akurat jumlah warga yang menjadi sasaran program.

“Saat itu kami tidak tahu jumlah warga miskin, siapa saja mereka dan di dusun mana mereka tinggal, karena banyak dari mereka yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga,” terang Ari.

“Untungnya, KOMPAK membantu kami memastikan warga bisa mendapatkan dokumen kependudukan dengan mudah dan cepat, sehingga program pemerintah dapat segera berjalan.” Imbuhnya.

Upaya yang dilakukan Disdukcapil Kabupaten Pacitan saat itu adalah menyelenggarakan, Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan (GERTAK) untuk meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan. GERTAK dilakukan dengan menerjunkan Petugas Registrasi Kependudukan – yang dilatih KOMPAK – untuk mendata masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan. Pendataan ini dilakukan khususnya bagi masyarakat miskin dan penyandang disabilitas.

Disdukcapil juga mengaktifkan berbagai bentuk inovasi layanan seperti Sidang Langsung Akta Kelahiran (Silades), Pelayanan Pro Aktif Petugas Registrasi Armada Motor (PPA Predator) dan mengunjungi rumah-rumah warga yang sakit, usia lanjut atau menyandang disabilitas untuk membantu mereka mengurus Akta Kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya.

Keberhasilan kampanye ini membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak. KOMPAK membantu Disdukcapil berkolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah, serta unit layanan lini depan seperti sekolah serta puskesmas untuk mengidentifikasi masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan.

Disdukcapil Kabupaten Pacitan berhasil menerbitkan sekitar 2.000 dokumen kependudukan pada akhir kegiatan. Jumlah tersebut termasuk Akta Kelahiran yang menjadi salah satu prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pemerintah Kabupaten Pacitan pun akhirnya mampu menjalankan program Grindulu Mapan berkat tuntasnya kepemilikan dokumen kependudukan.

“Pada Juni 2019, sebanyak 548 keluarga sasaran di Desa Ngumbul dapat merasakan manfaat Grindulu Mapan, diantaranya modal usaha bagi kelompok pengrajin, peternak dan produsen olahan makanan. Semua ini adalah berkat warga yang menjadi sasaran program ini sudah memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan benar,” terang Miskun, Kepala Urusan Umum Desa Ngumbul.

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Layanan Dasar Bagi Sari

Sebelum ada LABKD, banyak warga khususnya yang miskin dan rentan tidak dapat mengakses program perlindungan sosial seperti tunjangan lansia, Program Keluarga Harapan atau Bantuan P...

Cerita Perubahan
Dukcapil MENGGOMBAL, Gerbang Masa Depan Bantaeng

Akta Kelahiran merupakan dokumen penting bagi masa depan anak. Akta Kelahiran menjadi syarat mengurus dokumen lain dan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Rumitnya prosedur...

Cerita Perubahan
Data Terpadu Pastikan Tak Ada Warga Tersisihkan

Daftar penerima bantuan sosial yang belum tervalidasi seringkali menyisihkan warga yang berhak di Desa Ambulu, Bondowoso, Jawa Timur. Perangkat desa, Pemerintah Kabupaten Bondowoso...

Menghadapi

COVID-19