Cerita Perubahan

Cerita Perjalanan Kualitas Teh Premium Paninggaran

Author: Shinta Maharani / Andhiani Manik Kumalasari / Paulus Enggal Sulaksono
Published: 09/06/2022

Bau harum teh hijau kualitas premium khas pegunungan Paninggaran menguar di ruang pengolahan. Retnowati bersama seorang pekerja telaten menjumputi gagang teh yang baru saja keluar dari dua mesin pengolah milik Koperasi Paninggaran Berdikari Makmur (KPBM) di Desa Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Pendapatan para pemetik teh meningkat setelah ada Keperantaraan Pasar

Paguyuban petani teh mendirikan koperasi ini sejak 2016 dengan dukungan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pekalongan. Pemkab memberikan bantuan berupa mesin pengolah teh. Koperasi menjual teh itu dengan label Parama Premium.

Salah satu pengurus KPBM, Warniti mengatakan koperasi membantu petani mendapatkan harga jual teh yang lebih baik. Sebelum ada koperasi, petani menjual teh kualitas kasar dalam bentuk basah Rp2.100 per kg ke tengkulak. Dengan adanya koperasi, petani bisa menjual teh kualitas kasar seharga Rp2.500 per kg untuk diolah menjadi teh hijau. Ketika KPBM mengadopsi model Keperantaraan Pasar, petani memiliki kesempatan belajar meningkatkan kualitas tehnya, sehingga harga jualnya semakin tinggi. Koperasi membeli  teh premium dari petani seharga Rp5.000 per kg, sementara kualitas specialty dihargai Rp10.000 per kg.

Keperantaraan Pasar merupakan model pendekatan yang mendorong produktivitas dan akses pasar bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan melibatkan pemerintah setempat dan pelaku UKM untuk bersama-sama mengkaji peluang pasar dan merancang peluang bisnis yang layak untuk dikembangkan.  

Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dengan dukungan KOMPAK menginisiasi model Keperantaraan Pasar untuk pelaku UMK Teh Paninggaran melalui Koperasi Paninggaran Berdikari Makmur (KPBM). Pemkab Pekalongan membantu memfasilitasi KPBM untuk mengajukan bantuan ke pemerintah, bank dan pihak swasta. Hasilnya KPBM memperoleh bantuan mesin pengolah teh dan pelatihan bisnis . Hal ini memungkinkan KPBM memproduksi teh hijau yang lebih berkualitas dengan kuantitas yang lebih besar.  

Selain petani, manfaat model Keperantaraan Pasar juga dirasakan oleh pemetik teh. Pemetik teh yang awalnya mendapat upah petik teh kasar Rp900 per kg, sekarang dapat memperoleh penghasilan sebesar Rp1.500 per kg untuk teh premium dan Rp3.000 untuk teh kualitas specialty. Setiap hari, pemetik teh rata-rata dapat memetik antara 30-50 kg tergantung luas lahan dan jarak kebun dari tempat tinggal mereka.

Model Keperantaraan Pasar juga membantu menghubungkan petani dan KPBM dengan offtaker (pembeli potensial) yaitu PT Citra Kencana Cemerlang, yang salah satu produk unggulannya bernama Havilla Tea. Kemitraan ini mampu meningkatkan produksi teh koperasi hingga 3 (tiga) kali lipat.

Selain membeli teh produksi KPBM, PT Citra Kencana Cemerlang juga menggandeng Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) untuk memberikan pelatihan tentang perencanaan bisnis, tata kelola kebun, dan kemasan teh. Menurut Warniti, yang juga koordinator pemetik teh, sebanyak 15 petani dan buruh petik teh telah mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan dari PT Citra Kencana Cemerlang membuat Retnowati mengenal banyak hal tentang teh

Warniti menjelaskan untuk hal tata kelola kebun, ahli dari PPTK mengajari cara pemangkasan, penyiangan, penanggulangan hama, pemetikan, dan pengeringan. Untuk menghasilkan pucuk segar teh, pemetik hendaknya menggunakan tangan, bukan pisau. Pemetikan teh dengan menggunakan tangan ini menjadi salah satu pembeda teh premium dengan teh kualitas biasa. Selain itu, pemetik tidak boleh meletakkan teh secara sembarangan atau menumpuk-numpuk teh. “Hasil petikan tidak boleh kena sinar matahari langsung, jadi harus diletakkan di bawah perdu supaya tidak rusak,” ujar Warniti. 

Sebelum mendapatkan pelatihan dari PT Citra Kencana Cemerlang, Retnowati, salah seorang pengurus koperasi mengatakan dirinya dan anggota koperasi lainnya tidak mengerti cara menyeduh teh yang baik. Dia mencontohkan dahulu mereka asal seduh tanpa memperhatikan suhu dan rasio air. Alhasil, teh terasa pahit dan kering di tenggorokan.

Pelatihan dari PT Citra Kencana Cemerlang membuat Warniti dan Retnowati mengenal banyak hal tentang teh. Setelah tahu cara penyeduhan yang baik, kini mereka mendapatkan cita rasa teh yang kuat dan lebih lembut di tenggorokan.

Selain PPTK, PT Citra Kencana Cemerlang juga menggandeng KYUB Studio untuk memberikan pelatihan pengemasan produk, re-branding Teh Parama Paninggaran menjadi “The Parama – Traveling Tea” serta cara pemasarannya termasuk pemasaran online melalui platform e-commerce.

Cerita dimulai dari sebuah sejarah yang menjadi fakta abadi menghiasi Paninggaran. Ini tentang bagaimana teh Paninggaran diolah menjadi sebuah komoditas yang dapat melanglang buana dengan kualitas terbaik

Andre Lionsong, Co-founder & Creative Director, KYUB Studio

Menurut Andre Lionsong, Co-founder & Creative Director, KYUB Studio, perjalanan menjadi sebuah pesan penting yang ingin disampaikan oleh brand Parama sebagai sebuah identitas teh premium. “Cerita dimulai dari sebuah sejarah yang menjadi fakta abadi menghiasi Paninggaran. Ini tentang bagaimana teh Paninggaran diolah menjadi sebuah komoditas yang dapat melanglang buana dengan kualitas terbaik,” paparnya. Andre menambahkan selain cerita tentang teh Paninggaran, pengemasan atau packaging menjadi selling point palingpenting. Menurutnya, semua produk bersaing tidak hanya dari kualitas namun juga kemasan. Kemasan membawa nilai tambah bagi produk itu sendiri, sebagai alat pembeda (pemberi identitas) sekaligus promosi. "Semoga upaya yang kita lakukan ini membuat Teh Parama dapat dinikmati para penikmat teh yang berada di seluruh Indonesia maupun di berbagai belahan dunia dan hasilnya akan kembali ke tempat asalnya untuk mensejahterakan para petani khususnya perempuan tani di Paninggaran," kata Andre.

Hurip Budi Riyantini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, Kabupaten Pekalongan, mendukung UKM dan kelompok tani yang mengolah sendiri dan memasarkan tehnya melalui koperasi. Dengan cara itu, harga teh bisa lebih tinggi dan petani tidak terjerat tengkulak. Selain itu, dengan cara membentuk paguyuban petani dan koperasi, mereka punya daya tawar lebih baik dengan pabrik. Model Keperantaraan Pasar menurutnya punya peran penting bagi kemajuan petani teh di Paninggaran karena petani berkesempatan mengikuti berbagai pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemkab membantu menyediakan bantuan alat pengolah teh. “Tanpa kolaborasi dengan KOMPAK, mustahil petani teh bisa semaju sekarang,” ungkap Hurip.

Yulian Akbar, Kepala Bappeda Pekalongan, menyambut baik kerja sama Pemkab dengan KOMPAK. Peran KOMPAK yang mempertemukan petani dengan PT Citra Kencana Cemerlang bisa membuka peluang pengembangan komoditas itu. Akbar berharap kelak akan ada wisata teh Paninggaran. Orang datang ke Paninggaran tidak hanya membeli dan menyeruput teh, tapi berwisata dan mendapatkan cerita atau sejarah teh. “Jadi paket wisata,” kata Akbar.

Warniti bersyukur, harga jual teh hijau di koperasi juga lebih baik semenjak adanya Keperantaraan Pasar. Kini dirinya bersama 32 anggota koperasi lainnya bisa merasakan manfaat Keperantaraan Pasar. Ia berharap koperasi yang dia jalankan bersama pengurus akan berkembang dan terus memperbaiki manajemen pengelolaan koperasi terutama dari sisi sumber daya manusia. “Harapannya petani teh dapat makin sejahtera,” pungkasnya.

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
APBD Direvisi, COVID-19 Diperangi

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah memaksa pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, merevisi anggarannya. Refocusing ditempuh untuk men...

Cerita Perubahan
Mendekatkan Layanan, Membuat Setiap Orang Terdata

Betapa senangnya pasangan Darno dan Tursinah. Dua anak mereka, M Zainurrosikin yang lahir pada 2005 dan Hamimah yang lahir pada 2009 akhirnya mendapatkan akta kelahiran secara grat...

Cerita Perubahan
Merintis Perlindungan Sosial Masyarakat Kampung Waren dari SAIK Plus

Di Kampung Waren, Distrik Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan, upaya perlindungan bagi kaum yang termarginalkan itu mulai terwujud sejak hadirnya Sistem Administrasi dan Inform...

Menghadapi

COVID-19