Artikel Menghadapi Covid-19

Kelas Perahu Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh

Author: KOMPAK
Published: 04/08/2020

Sudah hampir sepekan, Fitriani, guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap, Liukang Tupabbiring di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan tak pergi mengajar. Pemerintah memang meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah guna mencegah penyebaran COVID-19. Sulwesi Selatan sendiri menjadi provinsi dengan kasus tertinggi ketiga di Indonesia pada bulan Juli 2020*.

Fitriani sempat dihalau gelisah. Bersama guru lain ia memutar otak agar anak didiknya tetap bisa belajar. “Tidak seperti anak-anak di kota, di sini banyak yang ekonominya sulit untuk bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Belum lagi kendala sinyal,” tuturnya.

Sebelum pandemi, Fitriani bersama  tiga  guru di sekolah itu pernah mendapat pelatihan untuk membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai bahan belajar bagi murid yang harus meninggalkan kelas untuk melaut. Model pembelajaran ini disebut sebagai Kelas Perahu.

“Saya ikut pelatihan menyusun LKS ini pada bulan Mei 2019. Saat sekolah ditutup karena pandemi pada bulan Maret lalu, kami langsung berpikir mengapa metode ini tidak digunakan saja,” jelasnya. Fitri bersama dengan guru-guru lainnya kemudian mulai mendatangi satu per satu rumah siswa untuk membagikan LKS kepada siswa yang memiliki kendala pembelajaran secara daring.

Semangat Fitri mendorong para siswanya bisa terus belajar seolah mengalahkan tantangan yang ada. “Kami tidak masalah [untuk dapat terus memberikan materi pelajaran di masa pandemi ini]. Yang penting anak-anak bisa belajar. Orang tua juga senang, karena anak mereka tidak ketinggalan pelajaran,” cerita Fitriani dengan sumringah. 

Pada bulan Mei 2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep – bersama dengan KOMPAK dan INOVASI – memberikan pelatihan lebih lanjut kepada 30 guru terkait model Kelas Perahu dan meninjau kembali materi LKS. “Tidak hanya meninjau LKS, para guru juga diberi pengetahuan tentang protokol kesehatan ketika mengantar LKS ke rumah siswa dan mendampingi mereka saat mengerjakan tugas,” jelas Rukmini, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep yang merupakan pengagas Kelas Perahu.

Dari awalnya diuji coba di tiga sekolah, Kelas Perahu kini dilaksanakan di 19 sekolah dasar (SD), 9 sekolah menengah pertama (SMP), dan 10 sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Pangkep. “Jadi saat ini Kelas Perahu tidak hanya dipakai untuk anak yang melaut, tapi juga yang tidak melaut, terutama mereka yang tinggal di pulau yang terkendala sinyal,” imbuhnya.

Model pembelajaran Kelas Perahu sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2017. Inovasi ini lahir setelah Pangkep mencatat angka anak putus sekolah yang cukup tinggi karena harus pergi melaut untuk membantu keluarga. Sejak diluncurkan, Kelas Perahu menerima dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pangkep. Model Kelas Perahu menerima penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Inovasi ini juga mengantar Kabupaten Pangkep masuk dalam 20 inovasi kelas dunia dan menerima penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2019.


*Data Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 pada 24 Juli 2020 (https://covid19.go.id/peta-sebaran)


Artikel Menghadapi Covid-19
Memastikan Layanan Adminduk Berjalan di Desa Bayan

Pemerintah Desa Bayan telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-Dana Desa) tahap ketiga bagi 435 keluarga yang terdampak COVID-19 pada awal Juli 2020. Menurut Kepala...

Artikel Menghadapi Covid-19
Memastikan Keberlangsungan Layanan Administrasi Kependudukan di Masa Pandemi

Sejak April 2020, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas Dukcapil) Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan layanan administrasi kependudukan (adminduk) online untuk memudah...

Artikel Menghadapi Covid-19
Data yang Akurat Mewujudkan Desa Berdaulat

Sadia* (69) tersenyum sembari mengucap syukur kala menerima amplop putih berisi uang senilai Rp600.000. Tangannya yang renta membubuhkan cap jempol pada daftar penerima Bantuan Lan...

Menghadapi

COVID-19