Cerita Perubahan

Berkat BANGGA Papua, Anak Ini Sehat

Author: Paulus Enggal
Published: 05/06/2020

"Pesan-pesan tentang kesehatan dan gizi untuk para ibu sangat membantu kami di desa," jelas Marike Gobay, mantan Kepala Puskesmas Distrik Bibida, Papua. “Saya memiliki harapan besar untuk program BANGGA Papua, karena saya telah melihat secara langsung bagaimana program ini membantu meningkatkan kesadaran para ibu tentang nutrisi yang baik. Mereka juga menerima uang untuk membeli makanan bergizi bagi anak-anak mereka. "

Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera (BANGGA Papua) adalah program yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk meningkatkan kesehatan anak-anak asli Papua. Program BANGGA Papua menyediakan bantuan sosial tunai bulanan sebesar Rp200.000 dan pesan-pesan kesehatan dan gizi untuk ibu anak-anak berusia 0-4 tahun.

KOMPAK dan mitra lokalnya, Yayasan BaKTI, mendukung pemerintah untuk mengimplementasikan inisiatif ini dengan membantu merumuskan pedoman teknis dan strategi komunikasi untuk BANGGA Papua. MAHKOTA dan UNICEF juga menjadi bagian dari program ini. Strategi komunikasi  efektif yang menyasar penerima manfaat sangat penting untuk keberhasilan program.

Menurut Marike, banyak penduduk kampung menolak untuk berpartisipasi pada awal program, mengingat BANGGA Papua dianggap bertentangan dengan kepercayaan masyarakat. “Karena untuk menjadi penerima program BANGGA Papua harus memiliki e-KTP. Sementara untuk mendapatkan e-KTP warga harus mengikuti perekaman data biometrik. Perekaman ini yang dianggap masyarakat bertentangan dengan kepercayaan mereka,” terang Marike.

Karena kepercayaan ini, banyak penduduk kampung menolak program tersebut, termasuk masyarakat Pasir Putih, tempat Marike bekerja. "Kami terus mendekati dan meyakinkan mereka. Beberapa masih menolak untuk berpartisipasi. Tapi kami terus berusaha sampai mereka akhirnya mengerti dan bersedia menjadi penerima manfaat," tambah Marike.

Bagi Marike, program ini berkontribusi pada peningkatan status kesehatan dan gizi anak-anak di wilayah tersebut. Salah satunya Egianus Kudiai yang lahir prematur, namun tumbuh menjadi balita yang sehat. Egianus, yang sekarang berusia delapan bulan, adalah penerima manfaat BANGGA Papua. Menurut Marike, ibu Egianus sekarang mengerti bagaimana menggunakan dana BANGGA Papua untuk kesehatan anak-anaknya. Ia menggunakan dana dari BANGGA Papua untuk membeli bahan makanan bergizi bagi dirinya dan putranya, sehingga ia mampu memberi ASI bagi anaknya.

"Anak ini lahir prematur," kata Marike sambil menunjuk fotonya. "Terima kasih kepada BANGGA Papua, anak ini sekarang sehat."

Sampai saat ini, lebih dari 30.000 anak saat telah mendapatkan manfaat dari program BANGGA Papua

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Jurus Jitu Kabupaten Pekalongan Tekan Kemiskinan

Untuk mempermudah proses pengumpulan dan analisis data serta penentuan intervensi yang akurat, “Laboratorium Kemiskinan” memanfaatkan aplikasi SEPAKAT.

Cerita Perubahan
SIBUBA Memastikan Ibu Hamil Terlayani dengan Tepat

Ibu hamil dengan risiko tinggi di Bondowoso kini mendapatkan pelayanan yang lebih tepat. Aplikasi SIBUBA (Sistem Informasi Ibu dan Bayi) memungkinkan bidan desa memantau setiap keh...

Cerita Perubahan
Keperantaraan Pasar Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Biofarmaka

Mulyono (60), petani jahe merah asal Desa Pule, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek menaruh asa pada ikhtiarnya menjadi petani binaan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Sar...

Menghadapi

COVID-19