Cerita Perubahan

Berkat BANGGA Papua, Anak Ini Sehat

Author: Paulus Enggal
Published: 04/06/2020

"Pesan-pesan tentang kesehatan dan gizi untuk para ibu sangat membantu kami di desa," jelas Marike Gobay, mantan Kepala Puskesmas Distrik Bibida, Papua. “Saya memiliki harapan besar untuk program BANGGA Papua, karena saya telah melihat secara langsung bagaimana program ini membantu meningkatkan kesadaran para ibu tentang nutrisi yang baik. Mereka juga menerima uang untuk membeli makanan bergizi bagi anak-anak mereka. "

Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera (BANGGA Papua) adalah program yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk meningkatkan kesehatan anak-anak asli Papua. Program BANGGA Papua menyediakan bantuan sosial tunai bulanan sebesar Rp200.000 dan pesan-pesan kesehatan dan gizi untuk ibu anak-anak berusia 0-4 tahun.

KOMPAK dan mitra lokalnya, Yayasan BaKTI, mendukung pemerintah untuk mengimplementasikan inisiatif ini dengan membantu merumuskan pedoman teknis dan strategi komunikasi untuk BANGGA Papua. MAHKOTA dan UNICEF juga menjadi bagian dari program ini. Strategi komunikasi  efektif yang menyasar penerima manfaat sangat penting untuk keberhasilan program.

Menurut Marike, banyak penduduk kampung menolak untuk berpartisipasi pada awal program, mengingat BANGGA Papua dianggap bertentangan dengan kepercayaan masyarakat. “Karena untuk menjadi penerima program BANGGA Papua harus memiliki e-KTP. Sementara untuk mendapatkan e-KTP warga harus mengikuti perekaman data biometrik. Perekaman ini yang dianggap masyarakat bertentangan dengan kepercayaan mereka,” terang Marike.

Karena kepercayaan ini, banyak penduduk kampung menolak program tersebut, termasuk masyarakat Pasir Putih, tempat Marike bekerja. "Kami terus mendekati dan meyakinkan mereka. Beberapa masih menolak untuk berpartisipasi. Tapi kami terus berusaha sampai mereka akhirnya mengerti dan bersedia menjadi penerima manfaat," tambah Marike.

Bagi Marike, program ini berkontribusi pada peningkatan status kesehatan dan gizi anak-anak di wilayah tersebut. Salah satunya Egianus Kudiai yang lahir prematur, namun tumbuh menjadi balita yang sehat. Egianus, yang sekarang berusia delapan bulan, adalah penerima manfaat BANGGA Papua. Menurut Marike, ibu Egianus sekarang mengerti bagaimana menggunakan dana BANGGA Papua untuk kesehatan anak-anaknya. Ia menggunakan dana dari BANGGA Papua untuk membeli bahan makanan bergizi bagi dirinya dan putranya, sehingga ia mampu memberi ASI bagi anaknya.

"Anak ini lahir prematur," kata Marike sambil menunjuk fotonya. "Terima kasih kepada BANGGA Papua, anak ini sekarang sehat."

Sampai saat ini, lebih dari 30.000 anak saat telah mendapatkan manfaat dari program BANGGA Papua

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Aspirasi Masyarakat Sebagai Acuan Prioritas Desa

Sejak 2019, KOMPAK dan SEKNAS FITRA telah mengujicoba mekanisme masukan dari masyarakat, yang dikenal sebagai 'Posko Aspirasi', di 33 desa. Uji coba di Desa Tangkil, Kabupaten Tren...

Cerita Perubahan
Membantu Pemerintah Desa Merencanakan dan Menyelenggarakan Layanan Dasar

“Saya adalah salah seorang fasilitator PTPD. Kami memberikan dukungan ke desa-desa dalam mengembangkan dan mengevaluasi APB Desa [Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa] mereka. Kami...

Cerita Perubahan
Menggunakan Data Desa untuk Pengentasan Kemiskinan dan Catatan Sipil

Sejak 2016, KOMPAK mendukung Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, membangun sistem informasi desa (SID). KOMPAK mulanya hanya membantu penerapan SID di dua kecamatan. Berkat k...