Artikel Menghadapi Covid-19

Bergerak di Tengah Pandemi

Author: Tim LANDASAN II/Yayasan BaKTI
Published: 05/08/2020

Pemerintah Indonesia tengah melaksanakan skema Jaring Pengaman Sosial (JPS) seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) bagi masyarakat miskin dan rentan yang terdampak COVID-19. Data terkini yang akurat memudahkan pemerintah untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memenuhi kriteria. Di Kabupaten Manokwari Selatan, pemerintah mengandalkan Sistem Administrasi dan Informasi Kampung (SAIK) untuk melakukan verifikasi dan validasi data penerima BLT-Dana Desa.

SAIK merupakan sistem berbasis web yang berisi data kependudukan, sosial dan ekonomi setiap warga kampung yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat dengan dukungan KOMPAK dan mitra pelaksana Yayasan BaKTI sejak tahun 2017. Sistem ini dapat beroperasi secara offline sehingga bisa digunakan di daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki infrastruktur telekomunikasi.

Data ini menjadi bahan bagi pemerintah dalam merencanakan dan mengalokasikan dana di tingkat kabupaten dan desa agar program yang dihadirkan tepat sasaran. Dampaknya masyarakat dapat menikmati pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Saat ini sebanyak 100 kampung di Papua dan Papua Barat telah memanfaatkan SAIK dalam proses perencanaan dan penganggaran.

Pada April 2020, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan bersama KOMPAK dan Yayasan BaKTI berkoordinasi untuk membahas penggunaan SAIK sebagai indikator verifikasi calon penerima bantuan sosial COVID-19. Pemerintah menilai SAIK memiliki data yang akurat.  “Data SAIK kami gunakan dalam validasi data bantuan sosial karena dibuat langsung oleh para kader kampung. Mereka adalah warga kampung yang tentunya lebih mengetahui kondisi riil daerahnya,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari Selatan, Hengky V. Tewu.

Hengky menambahkan bahwa SAIK menyajikan data yang lengkap tentang kependudukan, kepemilikan aset dan peringkat kesejahteraan. Informasi ini sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi keluarga miskin dan rentan yang terdampak COVID-19.

Saat ini sebanyak 34 kampung di Distrik Momi Waren, Ransiki, dan Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan telah menyusun data penerima bantuan sosial sebagai aksi tanggap COVID-19. SAIK berkontribusi pada tercapainya 100% penyaluran BLT-Dana Desa di kabupaten ini. “Karena itulah untuk validasi data bantuan sosial COVID-19 kami hanya mau menggunakan data SAIK yang kami percaya,” ungkap Kepala Distrik Ransiki, Bernard Mandacan.

Keberhasilan Manokwari Selatan dalam penyaluran BLT-Dana Desa mendapat apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Menurut Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi, penyaluran BLT-Dana Desa di Kabupaten Manokwari Selatan termasuk yang terbaik di Provinsi Papua Barat.

Artikel Menghadapi Covid-19
Memperluas Jangkauan Layanan Adminduk di Aceh

Sejak pertengahan 2017, Pemerintah Aceh dengan dukungan KOMPAK dan PUSKAPA menginisiasi Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa (LABKD) dengan membentuk Petugas Registrasi Gampon...

Artikel Menghadapi Covid-19
Dokumen Kependudukan Kunci Akses Jaminan Perlindungan Sosial

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah dan menanggulangi dampak pandemi COVID-19 di wilayahnya. Salah satun...

Artikel Menghadapi Covid-19
Memastikan Layanan Adminduk Berjalan di Desa Bayan

Pemerintah Desa Bayan telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-Dana Desa) tahap ketiga bagi 435 keluarga yang terdampak COVID-19 pada awal Juli 2020. Menurut Kepala...

Menghadapi

COVID-19