Cerita Perubahan

Aspirasi Masyarakat Sebagai Acuan Prioritas Desa

Author: Paulus Enggal
Published: 05/06/2020

Salah satu masalah yang banyak dihadapi pemerintah desa adalah memahami secara jernih persoalan utama yang dihadapi warganya. Sebab itu, memiliki sistem yang efektif untuk memperoleh masukan masyarakat - baik berupa keluhan atau aspirasi - akan membantu pemerintah desa lebih tanggap dalam mengalokasikan dana desa sesuai prioritas masyarakat.

Sejak 2019, KOMPAK dan SEKNAS FITRA telah mengujicoba mekanisme masukan dari masyarakat, yang dikenal sebagai 'Posko Aspirasi', di 33 desa. Uji coba di Desa Tangkil, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menunjukkan hasil menggembirakan.

“Kami menyiapkan dua kotak saran di tiap dusun. Anggota BPD [Badan Permusyawaratan Desa] dan kepala dusun membagikan lembar saran dan mendorong warga memasukkan aspirasi dan keluhan mereka. Pada bulan Oktober, BPD mengadakan 'Minggu Aspirasi' untuk mengumpulkan saran dari semua anggota masyarakat. Setelah itu, kami menyelenggarakan pertemuan desa untuk membahas dan menetapkan prioritas," tutur Kasno, Kepala Desa Tangkil.

“Sebelum adanya Posko Aspirasi, warga cenderung pasif dan tidak tahu bagaimana memberikan masukan. Sekarang dengan kotak saran, mereka lebih bergairah ikut memberikan sumbang saran. Kami lalu menetapkan prioritas atas aspirasi yang masuk dan mencoba memasukkannya ke dalam APB Desa. Jika belum bisa tahun ini, kami akan menganggarkannya di tahun depan.” Kasno memperkirakan sekitar 30-40 persen aspirasi warga akan dimasukkan dalam rencana dan anggaran desa.

 

Masyarakat juga mengakui adanya peningkatan dalam daya tanggap pemerintah desa. Dalam diskusi kelompok terarah dengan 22 warga, peserta diskusi memberikan gambaran tentang jenis-jenis proyek yang dilaksanakan Pemerintah Desa Tangkil.

Seorang warga perempuan menyatakan, “Dulu sangat sulit memberikan masukan ke pemerintah desa. Tapi sekarang lebih mudah dan pemerintah desa pun lebih tanggap." Ia mencontohkan tingginya angka stunting desa tersebut, dan banyaknya ibu-ibu yang mengangkat isu ini di lembar saran mereka mendorong pemerintah desa mendanai program penyediaan makanan bergizi bagi ibu-ibu dan anak-anak miskin.

Peserta diskusi lainnya mengemukakan dulu tidak ada fasilitas pengelolaan limbah, sehingga warga membuang sampah dan membakarnya di pinggir jalan. Masukan masyarakat tentang hal ini kemudian melahirkan adanya program pengumpulan dan pembuangan sampah secara teratur. Ada juga rencana untuk meningkatkan peluang pengembangan ekonomi lokal, di mana berdasarkan masukan masyarakat, pemerintah desa mendirikan pasar desa dan berencana mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pendekatan Posko Aspirasi masih dalam tahap uji coba. Pada tahun 2020, KOMPAK akan melakukan evaluasi lebih ketat untuk menilai dampak pendekatan ini terhadap prioritas desa dan peningkatan hasil pembangunan.


Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Membangun Roh Program PROSPPEK

“Kami percaya data Sistem Administrasi dan Informasi Kampung atau SAIK Plus ini akurat dan selalu diperbaharui karena dikelola oleh kader kampung setempat sehingga bisa menjadi das...

Cerita Perubahan
Membantu Pemerintah Desa Merencanakan dan Menyelenggarakan Layanan Dasar

“Saya adalah salah seorang fasilitator PTPD. Kami memberikan dukungan ke desa-desa dalam mengembangkan dan mengevaluasi APB Desa [Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa] mereka. Kami...

Cerita Perubahan
Menggunakan Data Desa untuk Pengentasan Kemiskinan dan Catatan Sipil

Sejak 2016, KOMPAK mendukung Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, membangun sistem informasi desa (SID). KOMPAK mulanya hanya membantu penerapan SID di dua kecamatan. Berkat k...

Menghadapi

COVID-19