Tentang Sulawesi Selatan 

Sulawesi Selatan adalah provinsi terpadat di Pulau Sulawesi dengan populasi sekitar 8 juta jiwa. Tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan adalah 9,1%, tepat di bawah rata-rata nasional 9,8% (BPS, 2018).

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi dengan kinerja terbaik di Indonesia dalam hal pengurangan kemiskinan. Namun, kondisi daerah tertentu - seperti pulau-pulau terpencil - menunjukan adanya kesenjangan dalam akses ke layanan dasar.


KOMPAK di Sulawesi Selatan 

Sejak 2016, KOMPAK bermitra dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan dua kabupaten: Pangkajene dan Kepulauan, serta Bantaeng.

Dukungan KOMPAK untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat dari 2019 hingga 2022 berfokus pada penguatan tata kelola kecamatan dan desa, pengelolaan keuangan publik, penguatan administrasi kependudukan dan statistik hayati, layanan pendidikan dasar, dan pengembangan ekonomi lokal. KOMPAK juga mendukung pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mengimplementasikan Strategi Nasional Pencegahan Stunting.

Dukungan KOMPAK di Provinsi Sulawesi Selatan antara lain:

  • Mengimplementasikan strategi Kementerian Dalam Negeri untuk Penguatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD), khususnya melalui pembentukan Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) di tingkat kecamatan untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa.

  • Menguji cobakan dan mendukung replikasi pendekatan 'kelas perahu' bagi anak-anak di wilayah kepulauan untuk melanjutkan pendidikan mereka saat bekerja di laut. Inovasi ini mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 20 inovasi layanan publik terbaik di Indonesia oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

  • Memperluas cakupan dan penggunaan sistem informasi desa dan dashboard kecamatan sehingga desa dapat merencanakan dan memprioritaskan layanan dengan lebih baik.

  • Menguji cobakan pendekatan keperantaraan pasar di mana para produsen kopi, rumput laut, dan produk lokal lainnya didukung untuk membentuk kelompok usaha, mengembangkan kemitraan dengan pengusaha setempat, dan mendapatkan akses ke pasar di tingkat nasional.

RENCANA KERJA TAHUN JAMAK SULAWESI SELATAN
Artikel
Tiga Inovasi Dukungan KOMPAK Raih Sinovik 2021

Tiga inovasi yang didukung KOMPAK, berhasi memenangkan penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional (SINOVIK) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Artikel
Membuka Pintu Harapan: Lokakarya Penguatan Bumdes Kabupaten Bantaeng

KOMPAK melihat situasi di 18.000 BUMDes yang tercatat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa).

Praktik Baik
Forum Inspirasi KOMPAK: Berbagi dan Menginspirasi

KOMPAK bersama pemerintah daerah di 7 provinsi akan menggelar rangkaian kegiatan berbagi praktik baik/Forum Inspirasi. Dapatkan informasi tentang tanggal pelaksanaannya di website ini. Acara ini dapat diikuti melalui akun Youtube masing-masing provinsi.

Praktik Baik
Meningkatkan Pembelajaran Pelaut Anak melalui Kelas Perahu di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan

Meningkatkan Pembelajaran Anak Pelaut melalui Kelas Perahu di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan

Praktik Baik
Inovasi Layanan Dasar Sulawesi Selatan

Inovasi-inovasi yang telah terbukti memberi manfaat baik bagi masyarakat di Sulawesi Selatan demi mewujudkan pembangunan desa yang lebih responsif dan inklusif.

Cerita Perubahan
Layanan Dasar Bagi Sari

Sebelum ada LABKD, banyak warga khususnya yang miskin dan rentan tidak dapat mengakses program perlindungan sosial seperti tunjangan lansia, Program Keluarga Harapan atau Bantuan Pangan Non Tunai dari Dinas Sosial

Cerita Perubahan
Dukcapil MENGGOMBAL, Gerbang Masa Depan Bantaeng

Akta Kelahiran merupakan dokumen penting bagi masa depan anak. Akta Kelahiran menjadi syarat mengurus dokumen lain dan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Rumitnya prosedur pengurusan dokumen kependudukan selama ini mendorong Kabupaten Bantaeng menggagas Dukcapil MENGGOMBAL (Membangun Gerakan Orangtua Membuat Akta Kelahiran). Inisiatif yang berjalan sejak 2019 ini berkolaborasi dengan puskesmas, pemerintah desa, bidan, dan kader posyandu. Kepemilikan Akta Kelahiran usia 0—18 tahun dan Kartu Identitas Anak (KIA) pun meningkat sebesar 6% dan 12% dalam setahun.

Cerita Perubahan
GERTAK dan Asa Baru Jumali-Hasna

Bentang alam Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang menantang menjadi salah satu faktor rendahnya kepemilikan dokumen kependudukan. Padahal, banyak warga membutuhkannya sebagai syarat pengajuan bantuan sosial –seperti yang dialami pasangan Jumali dan Hasna. Inisiatif Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan (GERTAK) yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangkep bersama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK)  berkontribusi meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen penduduk secara signifikan. Harapan baru bagi warga Pangkep yang akhirnya dapat menerima berbagai jenis bantuan sosial.

Cerita Perubahan
Perahu Sehat, Masyarakat Bahagia

Puluhan orang beriungan di bibir dermaga Pulau Saugi, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka berkerumun di bawah pondok kayu, berlindung dari terik matahari.

Cerita Perubahan
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Di Wilayah Kepulauan

Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu wilayah.

Cerita Perubahan
Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan (GERTAK) di Kepulauan Pangkep

Pemerataan dan kemudahan layanan administrasi penduduk (adminduk) menjadi salah satu fokum aktivitas KOMPAK di Indonesia. Pasalnya, KOMPAK meyakini bahwa layanan administrasi kependudukan adalah hak setiap warga negara.

Cerita Perubahan
Membangun Desa Inklusif Berkeadilan

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Kabupaten Pangkep dikenal sebagai daerah ‘tiga dimensi’ dikarenakan wilayahnya yang meliputi pegunungan, daratan rendah dan kepulauan sehingga memiliki tantangan tersendiri dalam melaksanakan pembangunan terutama di desa.

Cerita Perubahan
Kolaborasi Mewujudkan Pelayanan Dasar Berkualitas Bagi Masyarakat Pesisir Dan Pedalaman

Pemerintah Australia melalui program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) bermitra dengan Pemerintah Indonesia dalam mendukung program pengentasan kemiskinan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019.

Profil
Rukmini Mewujudkan Mimpi

Anak-anak yang pergi melaut umumnya malu kembali ke sekolah karena merasa telah tertinggal pelajaran. Saat itu, sebagian guru masih beranggapan, belajar hanya bisa dilakukan di ruang kelas. Di sisi lain, orangtua belum berperan aktif mendukung pendidikan anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan tingginya angka anak putus sekolah di wilayah kepulauan. Pengalaman ini menginspirasi saya untuk mengembangkan

Publikasi > Laporan Penelitian dan Evaluasi
Evaluasi Pelaksanaan Model Universitas Membangun Desa (UMD)

Studi ini diarahkan untuk mengevaluasi model UMD guna mendapatkan poin pembelajaran utama untuk peningkatan efektivitas dan penyebaran model UMD ke depan. Evaluasi dilakukan di tiga provinsi, yaitu Aceh, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan di mana KOMPAK telah mendukung uji coba KKN model UMD sebelumnya. Pada saat uji coba PT yang mendapat dukungan adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh di Aceh, Universitas Jember (UNEJ) di Jawa Timur, Universitas Katolik Parahyangan di Jawa Barat dan UIN Alauddin Makassar di Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan, evaluasi ini diperluas cakupannya untuk melihat pembelajaran pelaksanaan KKN model UMD di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang secara khusus mendapat dukungan teknis dari KOMPAK. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep telah menandatangani kesepakatan pelaksanaan UMD KKN-Tematik dengan sejumlah PT dan mengundang mahasiswa KKN dari UNEJ untuk melaksanakan model UMD. Dalam evaluasi ini, tim peneliti mewawancarai 61 responden (40 responden laki-laki, 21 responden perempuan), dan melakukan observasi langsung ke tujuh desa di tiga provinsi di mana kegiatan UMD dijalankan oleh PT mitra.

Publikasi > Panduan Teknis dan Catatan Kebijakan
Petunjuk Teknis Perahu Sehat Pulau Bahagia (PSPB)

Petunjuk Teknis ini memberikan gambaran detil tentang pelayanan Perahu Sehat Pulau Bahagia atau puskesmas keliling plus yang menyediakan layanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan puskesmas bagi masyarakat di wilayah kerja yang sulit terjangkau oleh pelayanan puskesmas dalam gedung. Adapun tujuan dari Pelayanan PSPB ini adalah 1. Mendekatkan pelayanan kesehatan dasar yang lebih komprehensif dalam hal jenis dan tenaga kesehatan yang melayani, serta tersedia secara berkala, kepada masyarakat kepulauan. 2. Mendukung pelayanan puskesmas pembantu (Pustu) dan pos kesehatan desa (Poskesdes) yang ada di Kepulauan di Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara. 3. Melaksanakan deteksi dini dan juga menindaklanjuti hasil deteksi dini penyakit yang dilakukan oleh Pustu atau Poskesdes. Jika dibutuhkan, melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi, 4. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan Puskesmas Sabutung, 5. Mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan di daerah yang jauh dan sulit terjangkau di wilayah kerja Puskesmas Sabutung, dan 6. Melaksanakan pelayanan luar gedung Puskesmas Sabutung untuk pelayanan poli umum, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak (KIA), serta penyuluhan kesehatan, pemantauan/surveilans dan pelayanan promosi kesehatan, juga pencegahan penyakit.

Publikasi > Laporan Penelitian dan Evaluasi
Strategic yet delicate: the dilemma of involving health workers in facilitating birth registration in Indonesia

Proses registrasi kelahiran merupakan dasar bagi data populasi penduduk. Kajian sebelumnya telah memperlihatkan bahwa koordinasi antara sektor kesehatan dan pencatatan sipil dapat meningkatkan angka cakupan registrasi kelahiran. Meski demikian, belum banyak kajian yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman pekerja kesehatan di bidang administrasi kependudukan dan statistik hayati, serta bagaimana mereka melihat peran mereka dalam bidang ini. Fokus dari kajian kali ini adalah melihat bagaimana persepsi pekerja kesehatan di level manajerial dan pemberi layanan akan hal tersebut, serta peluang dan tantangan yang ada untuk memperkuat proses registrasi.

Menghadapi

COVID-19