Tentang Jawa Tengah

Jawa Tengah adalah provinsi terpadat ketiga di Indonesia dengan jumlah penduduk 34,3 juta jiwa. Provinsi ini termasuk salah satu provinsi dengan kinerja terbaik di Indonesia. Namun, masih ada kesenjangan dimana sebagian besar kemiskinan umumnya ditemukan di wilayah pedesaan.

Tingkat kemiskinan di Jawa Tengah adalah 11% atau sekitar 3,9 juta orang, sedikit di atas rata-rata nasional 9,8% (BPS, 2018). Namun, di dua kabupaten wilayah kerja KOMPAK - Brebes dan Pemalang - tingkat kemiskinannya masing-masing 19% dan 17%.


KOMPAK di Jawa Tengah

Sejak 2016, KOMPAK bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan tiga kabupaten: Brebes, Pemalang, dan Pekalongan.

Dukungan KOMPAK untuk Provinsi Jawa Tengah dari 2019 hingga 2022 berfokus pada penguatan tata kelola kecamatan dan desa, pengelolaan keuangan publik, penguatan administrasi kependudukan dan statistik hayati, layanan pendidikan dasar, dan pengembangan ekonomi lokal. KOMPAK juga mendukung pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mengimplementasikan Strategi Nasional Pencegahan Stunting.

Dukungan KOMPAK di Provinsi Jawa Tengah antara lain:

  • Mengimplementasikan strategi Kementerian Dalam Negeri untuk Penguatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD), khususnya melalui pembentukan Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) di tingkat kecamatan untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa.

  • Mengujicobakan model untuk mempromosikan transparansi dalam pemerintahan desa, termasuk pelatihan untuk anggota masyarakat tentang anggaran desa dan pembentukan kelompok perempuan serta mekanisme umpan balik masyarakat.

  • Memberi kontribusi terhadap penguatan administrasi kependudukan dan statistik hayati, seperti mendorong desa untuk mendanai, melibatkan dan melatih petugas registrasi kependudukan.

  • Mendukung inisiatif 'gerakan kembali ke sekolah' di kabupaten Pekalongan dan Brebes, dengan menggunakan pengumpulan data rumah tangga untuk mengidentifikasi anak-anak putus sekolah dan mempertemukan mereka dengan layanan pendidikan.

  • Memperluas cakupan dan penggunaan sistem informasi desa dan dashboard kecamatan sehingga desa dapat merencanakan dan memprioritaskan layanan dengan lebih baik.

RENCANA KERJA TAHUN JAMAK JAWA TENGAH
Artikel
Pemerintah Jawa Tengah Mengapresiasi Peran KOMPAK dalam Penanggulangan Kemiskinan di Jawa Tengah

Sebanyak 20 inovasi terbaik yang diinisiasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapat penghargaan sebagai inovasi terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Jawa Tengah pada Rabu (01/12).

Artikel
Tiga Inovasi Dukungan KOMPAK Raih Sinovik 2021

Tiga inovasi yang didukung KOMPAK, berhasi memenangkan penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional (SINOVIK) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Artikel
JIPP: Media Pendorong Inovasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan soft launching Jaringan Informasi Pelayanan Publik (JIPP) pada tanggal 10 Juli 2018. JIPP dibentuk sebagai sarana penyebarluasan dan pembelajaran inovasi pelayanan publik yang dikembangkan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Melalui JIPP diharapkan para penyedia layanan publik di Jawa Tengah dapat saling belajar dan bertukar informasi tentang praktik dan program inovatif yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Praktik Baik
Cerita Pendampingan KOMPAK-PASH di Provinsi Jawa Tengah

Cerita Pendampingan KOMPAK-PASH di Provinsi Jawa Tengah

Praktik Baik
Infografis KUDU Sekolah 2022

Infografis KUDU Sekolah 2022

Praktik Baik
Memperkuat Peran Strategis Gugus Tugas PAUD-HI Kabupaten/Kota

Gugus Tugas PAUD-HI yang kompeten menjalankan perannya terbukti mampu mendorong perbaikan dalam implementasi PAUD-HI. Gugus Tugas berperan strategis dalam mengaktualisasikan kebijakan yang diterbitkan pusat dan daerah, mengelola koordinasi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan bagi penanganan tantangan implementasi PAUD-HI, hingga mengembangkan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya PAUD-HI dengan lembaga di luar pemerintah daerah.

Cerita Perubahan
Mendekatkan Layanan, Membuat Setiap Orang Terdata

Betapa senangnya pasangan Darno dan Tursinah. Dua anak mereka, M Zainurrosikin yang lahir pada 2005 dan Hamimah yang lahir pada 2009 akhirnya mendapatkan akta kelahiran secara gratis. Akta kelahiran ini memudahkan suami-istri warga RT 04/RW 03, Dukuh Cipanas, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes ini mengurus pendaftaran sekolah, BPJS, dan Kartu Indonesia Pintar.

Cerita Perubahan
Cerita Perjalanan Kualitas Teh Premium Paninggaran

Pemetik teh yang awalnya mendapat upah petik teh kasar Rp900 per kg, sekarang dapat memperoleh penghasilan sebesar Rp1.500 per kg untuk teh premium dan Rp3.000 untuk teh kualitas specialty.

Cerita Perubahan
Babat Alas Gerakan KUDU Sekolah Kabupaten Pekalongan

Gerakan Kembali Upayakan Dukungan (KUDU) Sekolah adalah inovasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang didukung KOMPAK untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan melalui partisipasi sekolah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan meluncurkan Gerakan KUDU Sekolah untuk merespons tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang disebabkan antara lain oleh pernikahan dini, kemiskinan, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.

Cerita Perubahan
PAUD HI Wujudkan Pendidikan Menyeluruh Sejak Dini

Metode pembelajaran PAUD HI memberi dampak positif dalam kenaikan jumlah anak yang sedang/telah menerima pendidikan. Dimulai dengan meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pentingnya pendampingan mereka untuk memenuhi hak anak dalam memandang masa depan.

Cerita Perubahan
Asa dari PTPD untuk Desa

Sembilan dari dua belas desa di Kecamatan Belik acapkali terlambat mengesahkan RKP Desa dan APB Desa. Padahal kedua dokumen tersebut menjadi kunci utama bagi desa, agar dapat melayani masyarakat dengan baik. Namun sejak adanya peningkatan kapasitas aparatur kecamatan pada 2017, lebih dari 80% desa di Kecamatan Belik sudah menaikkan alokasi pelayanan dasar, termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa.

Cerita Perubahan
Dewi Nadulang, Sang Pendongkrak Perekonomian

Melalui inovasi Keperantaraan Pasar dengan konsep desa wisata berbasis daerah, Dewi Nadulang mengusung pilihan pesona wisata dari 6 desa yang berlokasi di 2 kecamatan. Konsep ini menawarkan berbagai atraksi menarik yang mengundang kunjungan wisatawan serta memperluas akses ekonomi masyarakat setempat.

Cerita Perubahan
Jurus Jitu Kabupaten Pekalongan Tekan Kemiskinan

Untuk mempermudah proses pengumpulan dan analisis data serta penentuan intervensi yang akurat, “Laboratorium Kemiskinan” memanfaatkan aplikasi SEPAKAT.

Cerita Perubahan
GKB: Merangkul Anak-anak Kembali Bersekolah

Ismatun Amanah belum genap 13 tahun ketika memutuskan merantau ke Jakarta untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Tentu, pergi jauh meninggalkan rumah bukan keinginan anak ke-9 dari 10 bersaudara itu. Namun karena tak lagi bersekolah dan ingin membantu orang tua, pilihan tersebut harus ia ambil.

Cerita Perubahan
Penghargaan Inovasi Percepatan Layanan: Kompetisi Kecamatan Untuk Kemajuan Layanan Administrasi Kependudukan

Lima kecamatan di Kabupaten Pekalongan lolos ke babak final Kompetisi Inovasi Percepatan Layanan Kependudukan pada bulan November 2016, yakni Kecamatan Talun, Tirto, Kedungwuni, Karangdadap dan Petungkriyono.

Profil
Asa Didin Bagi Mereka yang Miskin

Saya Didin, Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya BAPPEDA Litbang Kabupaten Pekalongan. Jabatan ini memposisikan saya sebagai anggota perumus Laboratorium Kemiskinan, sebuah inovasi penanggulangan...

Profil
Hikmah dari Seorang Nikmah

Nikmah, Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah

Publikasi > Panduan Teknis dan Catatan Kebijakan
Panduan Replikasi dan Pelembagaan Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD)

Inisiatif penguatan Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) melalui kerja sama dengan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri dimaksudkan untuk memperkuat pelaksanaan pembinaan dan pengawasan desa. PTPD adalah aparatur kecamatan yang bertugas melakukan pembinaan secara teknis dan membantu camat secara operasional dalam membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa. PTPD merupakan bagian dari strategi Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD). Alasan terbentuknya inisiatif ini adalah belum optimalnya sistem penguatan kapasitas berjenjang untuk pemerintah desa dan kapasitas pemerintah desa sangat beragam dalam melaksanakan amanat UU Desa. Pemilihan lokus kecamatan melalui penguatan PTPD tersebut dilakukan secara strategis karena merupakan titik temu antara berbagai upaya dukungan penguatan kapasitas dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk aparatur desa. Selain itu, ada upaya untuk mendorong pemanfaatan klinik pembelajaran mandiri sebagai pusat layanan penguatan kapasitas bagi aparatur desa yang membutuhkan. Klinik yang dibangun juga dapat difungsikan sebagai tempat koordinasi program lintas sektor yang akan dilaksanakan di desa.

Publikasi > Panduan Teknis dan Catatan Kebijakan
Panduan Fasilitasi Replikasi dan Pelembagaan Gerakan Kudu Sekolah

Gerakan Kembali Upayakan Dukungan untuk Sekolah (KUDU Sekolah) adalah sebuah inisiatif penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memanfaatkan aplikasi untuk mendata dan memantau siswa putus sekolah dan mengembalikannya ke sekolah. Kekuatan pendataan, verifikasi dan validasi data, penyiapan lembaga pendidikan formal/non-formal, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi menjadi tahapan penting dalam memastikan tersedianya profil Anak Tidak Sekolah (ATS) yang lebih komprehensif untuk membantu identifikasi, klasifikasi dan respon kebijakan yang efektif dan efisien. Panduan ini menjabarkan bagaimana komitmen, koordinasi dan peran aktif multipihak, payung kebijakan, dan penganggaran menjadi peran penting pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk bersamasama mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Publikasi > Panduan Teknis dan Catatan Kebijakan
Buku Petunjuk Teknis Penggunaan Aplikasi Kudu Sekolah

Gerakan Kembali Upayakan Dukungan untuk Sekolah (KUDU Sekolah) adalah sebuah inisiatif penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memanfaatkan aplikasi untuk mendata dan memantau siswa putus sekolah dan mengembalikannya ke sekolah. Kekuatan pendataan, verifikasi dan validasi data, penyiapan lembaga pendidikan formal/non-formal, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi menjadi tahapan penting dalam memastikan tersedianya profil Anak Tidak Sekolah (ATS) yang lebih komprehensif untuk membantu identifikasi, klasifikasi dan respon kebijakan yang efektif dan efisien. Panduan ini menjabarkan secara detail bagaimana penggunaan aplikasi KUDU Sekolah dilaksanakan dalam berbagai platform.

Menghadapi

COVID-19