Ruang Informasi

Cerita Perubahan

Demi Mewujudkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Wilayah Kepulauan

Demi Mewujudkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Wilayah Kepulauan

 

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu wilayah. Sebagai ujung tombak dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, puskesmas memiliki fungsi untuk memberi layanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga. Fungsi ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan antara lain; pengobatan termasuk pelayanan darurat, penyuluhan kesehatan masyarakat, perawatan kesehatan, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi dan kesehatan lingkungan.

“Dulu kami susah berobat ke puskesmas dikarenakan tidak ada dokter yang mau tinggal di pulau,” tutur Jumsiah, warga Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Puskesmas Liukang Tuppabiring Utara terletak di Pulau Sabutung dimana untuk menjangkaunya masyarakat harus menempuh perjalanan laut selama 30 menit dari dermaga Maccini Baji di daratan Sulawesi.

Syamsuria, Camat Liukang Tuppabiring Utara mengatakan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana menjadi alasan bagi staf unit pelayanan dasar masyarakat termasuk puskesmas untuk memilih tinggal di Pangkep daratan. “PLN menyediakan listrik pada malam hari. Sinyal telekomunikasi hanya ada di titik-titik tertentu.” terangnya. Ketiadaan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas berdampak pada implementasi program kesehatan dari pemerintah.

Muhammad Ruslan, Kepala Puskesmas Liukang Tuppabiring Utara mengatakan bahwa di tahun 2016-saat pertama kali menjabat sebagai kepala puskesmas-jumlah kunjungan ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan antenatal jauh dari harapan. “Pelayanan puskesmas saat itu bersifat pasif, menunggu pasien datang. Pelayanan kami belum aktif untuk melakukan pendataan dan penyuluhan kepada warga,” ungkapnya. Menurut Ruslan persoalan yang dihadapi puskesmas saat itu mencakup jumlah dan keberadaan staf puskesmas serta kualitas sumber daya yang dimiliki. “Kami masih memposisikan diri sebagai pekerja bukan petugas. Pekerja bekerja untuk mendapatkan upah tidak ada semangat untuk melayani masyarakat,” imbuhnya.  

Namun kini Puskesmas Liukang Tuppabiring telah merasakan manfaat dari berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Kesejahteraan untuk Kesehatan). Pelatihan-pelatihan tersebut berhasil membantu puskesmas Liukang Tuppabiring Utara untuk melakukan penataan ulang dari program pelayanan mereka. Perubahan ini mencakup manajemen umum, manajemen program pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, manajemen mutu, manajemen data dan informasi serta kepemimpinan.

KOMPAK adalah kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia yang mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar, peningkatan tata kelola desa dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan. Fokus utama KOMPAK di Kabupaten Pangkep adalah membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan dan identitas hukum) di 4 kecamatan di wilayah kepulauan.

Hal ini dilakukan melalui pengembangan model sumber daya manusia dan sistem manajemen berbasis kinerja. “Pertama kami melakukan pembenahan manajemen pelayanan. Tenaga medis harus siap 24 jam. Kami juga lebih aktif melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga,” tutur Ruslan. Menurut kepala puskesmas yang belum setahun menjabat ini, perubahan terjadi karena ada inisiatif dari pimpinan, dukungan dari kecamatan dan desa serta pendampingan yang dilakukan oleh KOMPAK. Setiap unsur memberi kontribusi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dinas Kesehatan memberi perhatian, apresiasi dan advokasi terhadap kebutuhan puskesmas.

Puskesmas kini juga membangun koordinasi dengan Desa Mattiro Kanja, wilayah administrasi lokasi Puskesmas Liukang Tuppabiring Utara. Koordinasi ini memungkinkan pemerintah desa mendukung puskesmas, salah satunya melalui diakomodasinya rencana puskesmas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD).  “Saat ini layanan puskesmas sudah jauh lebih baik,” tutur Muzakkir, Kepala Desa Mattiro Kanja. Menurutnya, layanan kesehatan di puskesmas lebih terbuka dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Hal ini berdampak pada peningkatan kondisi kesehatan masyarakat. Mitra, salah seorang kader perempuan Mattiro Kanja mengatakan bahwa masyarakat lebih memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri ke puskesmas, khususnya bagi ibu hamil dan balita. “Bidan desa pun kini aktif berkunjung ke rumah-rumah warga,” katanya.

Ruslan menambahkan bahwa puskesmas akan terus berbenah untuk mencapai standar minimum pelayanan seperti disyaratkan Kementerian Kesehatan. Salah satu upaya yang sedang dirintis adalah mengaplikasikan mekanisme pengumpulan umpan balik atau tanggapan dari masyarakat. “Masukan dari masyarakat baik berupa pertanyaan, keluhan atau saran akan membantu kami memperbaiki diri demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara,” tutupnya.