Pengetahuan

Publikasi

Uncategories

Universitas Membangun Desa (UMD)-Unpar: Membangun Basis Data Bagi Pembangunan Desa Melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

Lebih dari 3.000 universitas dan lembaga tinggi di Indonesia melakukan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata atau program sejenis)—sebuah potensi sumber daya yang dapat memberikan kontribusi dan dampak besar bagi desa miskin—namun memerlukan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak untuk memaksimalkan kontribusi dan dampak positif tersebut. Tujuan dan capaian KKN yang lebih strategis perlu dibangun guna memberikan arahan yang jelas agar kegiatan KKN lebih berdaya guna dalam membangun desa.

Program Universitas Membangun Desa (UMD) yang diprakarsai oleh Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) dengan dukungan dari Pemerintah Australia, dimaksudkan untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada, untuk menghasilkan dampak yang lebih baik untuk desa, komunitas dan pemerintah lokal dimana kegiatan KKN dilaksanakan. Program UMD diharapkan dapat menjadi sebuah model (platform) inovatif dalam rangka optimalisasi sumber daya telah ada yaitu KKN atau program sejenis dalam membangun desa dengan melibatkan berbagai pihak terutama perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat.

Program UMD berlangsung sejak tahun 2016. Empat universitas yaitu Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Jember, UIN Ar Raniry Aceh dan UIN Alauddin Makassar telah terpilih melalui kompetisi terbuka. Keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat bukanlah hal yang baru, namun bagaimana mengoptimalisasikan program KKN dan sejenisnya yang berdampak jangka panjang menjadi tantangan yang ingin dijawab melalui model UMD ini. Salah satunya adalah melalui model KKN tematik yang diharapkan memiliki kontribusi positif dan strategis dalam upaya perbaikan pelayanan dasar, pengembangan sistem informasi dan data desa, serta dapat menciptakan lapangan kerja di masyarakat. Beberapa Universitas secara khusus menseleksi mahasiswa untuk pelaksanaan program ini. UMD ini telah melibatkan18 desa, 4 kabupaten, 4 provinsi dan 614 mahasiswa dalam pelaksanaan Program UMD. KOMPAK mendampingi dalam rancang bangun program di masingmasing Universitas, membantu mengakses pemerintah daerah untuk melakukan kolaborasi selama program, serta evaluasi berkala memastikan program berjalan sesuai rencana.

Kuliah Kerja Lapangan-Belajar Bersama Masyarakat (KKL-BBM) merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang rutin diselenggarakan Program Studi Ilmu Administrasi Publik (Prodi IAP) pada setiap semester. Sebagai bentuk perhatian khusus bagi kegiatan pengabdian masyarakat, Prodi IAP memasukkan KKL-BBM sebagai mata kuliah wajib dalam kurikulum dengan bobot 3 SKS. Pada Juli– Agustus 2016, 64 mahasiswa telah mengikuti KKL-BBM di tiga desa yaitu Mekarluyu, Mekarwangi dan Sudalarang, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan KKL-BBM tahun ini mengangkat tema “Pendampingan, Penyusunan, dan Pemutakhiran Data Desa Berbasis Dokumen Lunak (soft document) di (3) Tiga Desa di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat melalui Program Kuliah Kerja Lapangan Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan Tahun 2016”. Meskipun memiliki tema yang fokus pada kegiatan pendampingan, penyusunan, dan pemutakhiran data desa, mahasiswa tetap diwajibkan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat secara berkelompok.

Secara umum, buku ini terdiri dari dua bagian pokok. Bagian pertama berisi hasil analisis data kependudukan dan sosial ekonomi di tiga desa. Data tersebut diperoleh melalui instrumen berupa kuesioner yang disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan. Analisis yang dihadirkan dalam buku ini diperoleh dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Beberapa langkah tabulasi silang dilakukan sesuai kebutuhan desa dalam mengevaluasi dan merencanakan pembangunan. Bagian kedua berisi refleksi singkat para mahasiswa dan mahasiswi selama mengikuti KKL-BBM. Secara sistematis, setiap mahasiswa menuliskan refleksinya yang mencakup tiga fokus utama yaitu dinamika interaksi, dinamika proses, serta dampak bagi mahasiswa dan masyarakat. Dinamika interaksi berisi pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi atau bersosialisasi baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan masyarakat desa. Dinamika proses meliputi tahapan program dan berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa di lapangan. Dampak bagi mahasiswa dan masyarakat berisi seluruh dampak program KKL-BBM, baik yang bersifat tangible maupun intangible serta intended maupun unintended. Untuk mengantar pembaca memahami isi buku, pada bagian pengantar ini akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai landasan berpikir hingga operasionalisasi program KKL-BBM Prodi IAP 2016 sebagai sebuah program pengabdian masyarakat.

UNDUH & PRESENTASI

The main research report of the study is available here.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan email kami di:   info@kompak.or.id