Implementasi

Proyek & Aktifitas

PROYEK 3

Proyek ini berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, sektor publik dan swasta lainnya melaksanakan percontohan Inisiatif Pemerintah Indonesia terkait dengan Strategi Perluasan dan Peningkatan Layanan Dasar bagi Masyarakat Miskin dan Rentan, untuk mendukung perbaikan pelaksanaa layanan dasar di tingkat lokal. Strategi ini akan dilaksanakan melalui pendekatan garis depan, yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas pada titik layanan (atau di garis depan) melalui peningkatan responsivitas pemerintah dan penyedia layanan, selain partisipasi inklusif masyarakat dan warga negara. Selain menggunakan pendekatan garis depan, kegiatan percontohan garis depan Pemerintah Indonesia ini akan memberikan ruang untuk mengidentifikasi dan menguji inovasi lokal melalui penggunaan kemajuan teknologi dalam meningkatkan layanan dasar. Proyek ini bersifat oportunistik karena akan mengidentifikasi bidang-bidang yang diperhatikan dalam Kerangka Capaian Strategis KOMPAK dan mengusulkan pendekatan-pendekatan inovatif dalam menguji solusi dan selanjutnya mengidentifikasi pendekatan yang tepat untuk memastikan Pemerintah Indonesia atau sektor swasta berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan percontohan serta meningkatkan kegiatan percontohan yang dianggap sukses.

Capaian Menengah:

Pemerintah daerah dan unit layanan dalam memanfaatkan bukti dan pemahaman mengenai isu-isu lokal untuk meningkatkan pelayanan

Mitra:  

Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Pemerintah Daerah

Kontribusi terhadap Strategi atau Kebijakan Pemerintah Indonesia

UU No. 23/2014 tentang Otonomi Daerah

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Rencana Jangka Menengah Kementerian Kesehatan, Rencana Jangka Menengah Kementerian Pendidikan

Cakupan geografis:

Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Java Timur, Sulawesi Selatan,

Kegiatan utama:

Penguatan Kapasitas dan Alat Pemerintah Daerah dan Unit Layanan  dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya – Meningkatkan Pengetahuan dan Pertukaran Inovasi dan Memajukan Inovasi Lokal untuk Pelaksanaan Layanan yang Berkualitas

Hasil utama:

  • Modul peningkatan kapasitas teknis dan manajemen Kecamatan yang telah siap dan diuji pada wilayah kerja KOMPAK
  • Pengembangan model mekanisme akuntabilitas pada unit layanan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar
  • Tersedianya informasi layanan dasar dan profil desa di tingkat kecamatan (misalnya Dashboard Kecamatan)
  • Pengembangan perangkat monitoring dan evaluasi untuk meninjau kualitas jasa di tingkat Kecamatan
  • Pengembangan dan sosialisasi saran kebijakan pada kerangka peraturan (RPP pada inovasi lokal)
  • Pengembangan sistem manajemen database pada inovasi lokal, termasuk perangkat sistem verifikasi dan monitoring
  • Terbentuknya mekanisme nasional-subnasional pada pusat inovasi yang di tingkat provinsi
  • Identifikasi, dukungan dan pengujian Inovasi lokal untuk pelaksanaan layanan
  • Pengembangan dan uji coba Model percepatan dan pelembagaan identitas hukum - Catatan Sipil dan Statistik Vital-CFVS (fokus pada kelahiran dan pendaftaran kematian termasuk sistem rujukan yang terhubung dengan sistem pelaksanaan layanan pendidikan dan  kesehatan yang bekerjasama dengan Dukcapil)
  • Pendaftaran BPJS dan layanan identitas hukum yang terpadu dalam pusat layanan satu pintu (Paten/PTSP)
  • Peningkatan akses layanan dasar melalui ITK

 

a

RELATED ARTICLES

Perempuan Antikorupsi Soroti Dana Desa

Gerakan “Saya, Perempuan Anti Korupsi” (SPAK) akan menyoroti penggunaan dana desa dalam tahun ketiga kelahirannya.“Dana…

MASYARAKAT KEPULAUAN DI PANGKEP DUKUNG PROGRAM GERTAK

Masyarakat di Kecamatan Liukang Tupabiring Utara Kabupaten Pangkep merasa terbantu dengan Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan…

FINTECH: INSTRUMEN KOLABORATIF UNTUK CAPAI PEMBANGUNAN INKLUSIF, BERKELANJUTAN, DAN BERKEADILAN

JAKARTA (24/5) – Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk…