Implementasi

Mitra Kami

Web URL: http://www.puskapa.org

PUSAT KAJIAN PERLINDUNGAN ANAK

LATAR BELAKANG

PUSKAPA didirikan pada tahun 2009 atas kerja sama Universitas Indonesia, Columbia University, dan BAPPENAS. Sejak didirikan PUSKAPA telah menjadi mitra kerja berbagai kementerian/lembaga, lembaga internasional, dan lembaga masyarakat sipil, utamanya dalam mendukung kebijakan dan program berbasis data di tiga bidang strategis utama PUSKAPA, yaitu: 1) identitas hukum, pencatatan sipil, dan statistik vital, 2) perlindungan sosial yang berpusat pada anak, dan 3) akses pada keadilan.

Administrasi kependudukan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pemerintah Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Melalui administrasi kependudukan warga dapat memperoleh identitas hukum yang merupakan sumber data utama statistik vital (hayati) di suatu negara. Bagi masyarakat, kepemilikan dokumen identitas hukum berdampak pada kesempatan melanjutkan pendidikan, meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan, terbukanya akses pada sumber-sumber penghidupan dan ekonomi, dan perlindungan hukum. Bagi pemerintah, statistik hayati yang lengkap dan akurat merupakan modal dasar perencanaan dan penganggaran yang efektif.

Secara umum, hak atas identitas hukum adalah esensial dan terkait dengan semua tujuan pembangunan untuk penanggulangan kemiskinan, kesetaraan, dan akses pada pelayanan dasar. Pemenuhan hak atas identitas hukum ini sudah ditetapkan sebagai tujuan pembangunan nasional dalam RPJMN 2015-2019, Kerangka Aksi Kawasan Asia-Pasifik 2024, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) tahun 2030.

KEMITRAAN KOMPAK-PUSKAPA

Dalam kerja sama ini, PUSKAPA melaksanakan serangkaian kegiatan penelitian, pelatihan, advokasi, menguji coba model, serta monitoring dan evaluasi model untuk penguatan pelayanan administrasi kependudukan di wilayah-wilayah kerja sama. Walau memiliki target untuk menjangkau populasi luas, program ini secara khusus memberi perhatian pada anak-anak, perempuan, orang berkebutuhan khusus, dan masyarakat miskin dan terpencil.

Dalam pelaksanaannya, PUSKAPA bekerja sama dengan mitra-mitra pelaksana di daerah, termasuk dalam menyesuaikan pendekatan program sepanjang waktu sesuai masukan berbasis bukti selama program berlangsung.

Program ini memiliki empat komponen inti:

1) Menguatkan kebijakan, program, dan perencanaan administrasi kependudukan untuk memastikan penduduk rentan dapat terjangkau oleh layanan kependudukan dan pencatatan sipil, termasuk melalui pemberian layanan keliling terpadu yang dekat dengan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan, penghapusan biaya keterlambatan bagi masyarakat miskin dan rentan.

2) Menguatkan layanan administrasi kependudukan yang aktif dan berkualitas dengan mengurangi biaya, memperkecil jarak, serta mempermudah mobilitas agar proses pencatatan sipil dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat melalui layanan terpadu dan keliling, terutama di titik-titik layanan pendidikan dan kesehatan.

3) Meningkatkan perilaku aktif masyarakat untuk melaporkan peristiwa penting kependudukan dan terlibat mengawasi layanan administrasi kependudukan. Hal ini dicapai, antara lain, dengan mengaitkan akta-akta pencatatan sipil dan dokumen kependudukan lainnya dengan akses pada berbagai layanan dasar yang dibangun secara konsisten dan saksama sehingga tidak menghalangi masyarakat dari hak-hak dasar mereka.

4) Meningkatkan pemanfaatan data kependudukan dan pencatatan sipil dengan mendukung pengagihan data antar sektor pelayanan publik dengan data kependudukan di mana NIK dijadikan penanda identitas utama untuk mengakses berbagai layanan dasar.

 

 

PUSAT KAJIAN PERLINDUNGAN ANAK