Ruang Informasi

Highlights

PROFIL: KITA HARUS BELAJAR DARI PENGALAMAN

Ardian Wahyudi

Tempat/tanggal lahir      : Trenggalek, 16 Desember 1981

Jabatan                                : Sekretaris Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur

Pendidikan                         : D4 Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri dan

                                                  sedang mengambil program studi Magister Manajemen di Universitas

                                                  Widya Wiwaha Yogyakarta

Mengapa Bapak terjun ke bidang pemerintahan?

Hidup adalah amanah untuk membantu orang lain menjadi lebih baik. Bekerja sebagai aparat pemerintah menurut saya dapat menjadi salah satu cara untuk mewujudkan amanah tersebut. Bekerja melayani masyarakat dan melihat masyarakat merasa terbantu dan bahagia adalah sebuah hal yang luar biasa, meskipun melayani masyarakat memang sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kita.

Bagaimana Bapak memandang pelayanan dasar?

Pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, identitas hukum dan infrastruktur dasar adalah hak semua anggota masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Pelayanan dasar adalah salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan terciptanya kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Bapak, apakah tantangan terbesar dalam pengadaan pelayanan dasar yang baik?

Memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat dengan profesional, transparan, cepat dan akuntabel dengan keterbatasan dan kelebihin kondisi sumber daya yang dimiliki pemerintah khususnya unit pelayanan terdepan seperti kecamatan atau kelurahan/desa.

Apa yang dibutuhkan unit pelayanan terdepan untuk memberikan pelayanan dasar dengan profesional, transparan, cepat dan akuntabel?

Unit pelayanan terdepan seperti kecamatan dan kelurahan membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya, ketersediaan sarana-prasarana serta anggaran.

Bagaimana anda memandang program KOMPAK?

Program KOMPAK sebagai bentuk kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia adalah salah satu bentuk dukungan yang kami butuhkan agar kami mampu untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana program KOMPAK mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat?

Salah satunya melalui pelatihan bagi aparat pemerintahan. Kami telah mengikuti pelatihan Peningkatan Kapasitas Camat Untuk Menanggulangi Kemiskinan Melalui Pelayanan Dasar dan Ekonomi Produktif yang diselenggarakan KOMPAK bersama Kementerian Dalam Negeri di Semarang dan Yogyakarta. Pelatihan ini telah membantu untuk menguatkan pengetahuan dan keterampilan kami tentang kepemimpinan di kecamatan, strategi penanggulangan kemiskinan, pelayanan dasar berbasis hak, akuntabilitas sosial, partisipasi dan transparansi serta pembinaan dan pengawasan kegiatan desa. Kami dapat segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kecamatan khususnya pada bidang pelayanan dasar dan perluasan kesempatan ekonomi. Tentunya hal ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana hasil pelatihan tersebut dapat diaplikasikan di kecamatan?

Kami menyusun proposal inovasi di akhir pelatihan. Saya sendiri mengambil tema Pelayanan Dasar di Bidang Identitas Hukum dan Penjaminan Sosial Khususnya bagi Penyandang Disabilitas. Proposal ini kemudian kami ajukan kepada camat untuk dikaji untuk penerapan dilapangan. Alhamdulillah, saat ini program sudah mulai diimplementasikan dan berjalan dengan baik.

Mengapa memilih tema ini?

Beberapa tahun lalu kecamatan Tegalombo pernah disorot media lantaran ada salah seorang warga-penyandang disabilitas-yang tidak dapat mengakses program jaminan dan perlindungan sosial dari pemerintah karena tidak memiliki identitas hukum, baik kartu keluarga (KK) maupun kartu tanda penduduk (KTP). Seharusnya ini tidak boleh terjadi. Belajar dari pengalaman tersebut,kami ingin meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan dasar bidang identitas hukum khususnya bagi penyandang disabilitas.

Apa peran kecamatan dalam program ini?

Kami bekerja sama dengan aparat desa telah mulai melakukan pendataan dan verifikasi terhadap warga penyandang disabilitas di 11 desa di Kecamatan Tegalombo. Tim kecamatan langsung turun ke desa untuk melakukan verifikasi dan pengambilan data. Data tersebut kemudian kami bawa ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pacitan. Disdukcapil sendiri memiliki program inovasi kependudukan, salah satunya Predator (petugas registrasi armada sepeda motor). Kami bekerja sama dengan disdukcapil dengan memberikan data warga yang belum memiliki identitas hukum tersebut sehingga proses pembuatan dokumen identitasnya lebih cepat dan mudah. Warga pun tidak perlu menghabiskan waktu untuk datang ke kantor kecamatan dan disdukcapil. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 168 warga kami yang datanya sudah terverifikasi dan menunggu penerbitan dokumen kependudukan dari disdukcapil.

 

Apa rencana Kecamatan Tegalombo ke depan setelah program ini berjalan?

Setelah program pendataan dan penerbitan dokumen kependudukan selesai, kami akan fokus pada pendataan warga miskin dan rentan yang berhak untuk mendapatkan jaminan perlindungan sosial dari pemerintah. Kali ini kami akan bekerja sama dengan dinas sosial. Maka dari itu identitas hukum menjadi sangat penting bagi masyarakat karena akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan layanan dasar lainnya dari pemerintah. Diharapkan pelayanan ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.