Kumpulan Hasil

Highlights

MEMFASILITASI KONSULTASI DAN PEMBELAJARAN PEMBANGUNAN DESA MELALUI APLIKASI RUANG DESA UJI COBA APLIKASI RUANG DESA DI 3 PROVINSI

April 28, 2017

“Aplikasi Ruang Desa membantu proses konsultasi antara pendamping dan perangkat desa. Selain itu, aplikasi ini juga berguna sebagai sarana evaluasi kinerja pendamping desa.“ kata Yusnan, Deputi Koordinator Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) dalam uji coba aplikasi Ruang Desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Aplikasi Ruang Desa bekerja melalui konsultasi langsung berdasarkan permintaan, sarana percakapan SMS gratis, fitur notifikasi masal dan pusat informasi seperti akses pada sumber daya pembelajaran, tutorial video, rujukan pertanyaan umum (FAQ) dan buku panduan cerdas. Menu aplikasi ini disusun sedemikian rupa untuk memungkinkan perangkat desa melakukan konsultasi dengan pendamping. Mereka juga dapat berbagi pembelajaran dan mengakses informasi terbaru terkait pelaksanaan UU Desa.

Ruang Desa mampu mengakomodir kebutuhan mereka dalam mendapatkan panduan dan informasi yang cepat serta bertanya pada pihak yang tepat, khususnya di tingkat kabupaten. Sepanjang bulan Maret, aplikasi Ruang Desa memasuki tahap uji coba di tiga daerah yaitu Provinsi NTB, Aceh dan Jawa Timur. Pada saat ini, lebih dari 250 aparat desa dan fasilitator telah mengunduh aplikasi yang diluncurkan bersama oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa), Eko Putro Sandjojo dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, pada bulan Januari lalu. Rangkaian kegiatan uji coba ini dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi, perangkat desa, pendamping desa dan kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta penggerak swadaya masyarakat. Para akademia dari Akademi Paradigta Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di NTB dan Aceh juga turut bergabung dalam uji coba tersebut agar ke depannya mereka dapat ikut berperan menjawab pertanyaan yang dikirim oleh pemerintah desa melalui aplikasi tersebut.

Dalam uji coba aplikasi Ruang Desa di Provinsi NTB, Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian, Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, Dr. Ir. H. M. Nurdin mengatakan, “Ruang Desa adalah media interaktif yang memudahkan komunikasi antar aparat desa dengan pendamping desa dalam penyelenggaraan pemerintahan.” “Aplikasi ini dilengkapi tutorial mulai bagaimana membuat perencanaan, penglolaan anggaran, evaluasi pelaporan monitoring, merancang Musrenbangdes, Bumdes, RPJMDes, termasuk Perdes. Melalui Ruang Desa diharapkan bisa memudahkan pemerintah mendapatkan data yang aktual dalam memetakan permasalahan mendesak yang ada di desa,” jelasnya. Sebelum memulai pengenalan aplikasi, para peserta mengikuti diskusi panel mengenai Kebijakan.

Pendampingan Desa dalam Mendukung Prioritas Pembangunan Desa serta Relevansi Ruang Desa dalam Pemanfaatan ICT (Information, Communication, and Technology) untuk mendukung Pembangunan Desa. Setelah itu, peserta diberikan orientasi fitur aplikasi dan kemudian melakukan simulasi. “Agenda uji coba pengenalan aplikasi Ruang Desa ini merupakan sebuah langkah awal guna mewujudkan strategi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerahdaerah. Aplikasi ini diharapkan menjadi pusat pengetahuan dan dapat menghubungkan pendamping dengan aparat desa.” kata Bito Wikantosa, Kepala Sub-Direktorat Perencanaan Partisipatif, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendesa, dalam uji coba aplikasi Ruang Desa di Provinsi Aceh. “Selain dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan pendamping desa, saya juga menggunakan aplikasi ini untuk mengakses peraturan-peraturan pemerintah yang baru terkait UU Desa.

Ketersediaan informasi mengenai peraturan pendukung yang selalu diperbarui sangatlah penting seiring dengan permasalahan pembangunan desa yang makin dinamis,” kata Irwandi, Sekretaris Desa Ujong Beusa, Arongan Lambalek, Aceh Barat. “Aplikasi ini dapat membantu aparatur desa dalam melaksanakan pembangunan secara transparan dan akuntabel,” tambahnya. Saat ini aplikasi Ruang Desa sudah mulai digunakan untuk tanya jawab seputar pengadaan barang dan jasa, penggunaan APBDesa, maupun hal terkait pengelolaan keuangan desa.

RELATED ARTICLES

Lokakarya Intervensi Gender dan Inklusi Sosial

Februari 02, 2017

Dari total populasi di Indonesia, 49,65% adalah perempuan; sekitar 5-15% merupakan penyandang disabilitas, dan 5%…

SELENGKAPNYA

Kegiatan KOMPAK di Media Sosial – Mendorong Perubahan di Pendidikan

Juli 27, 2016

KOMPAK activity was featured in Paul Grigson’s ( Australia’s Ambassador to Indonesia) Twitter Account on…

SELENGKAPNYA
Pejabat Kedutaan Besar Australia Mengunjungi Kegiatan-kegiatan KOMPAK di Papua

Pejabat Kedutaan Besar Australia Mengunjungi Kegiatan-kegiatan KOMPAK di Papua

September 15, 2016

Jayapura (8/9)–Pejabat Kedutaan Besar Australia, Fleur Davies, sebagai Penasihat Menteri untuk Tata Kelola Pemerintahan &…

SELENGKAPNYA