Kumpulan Hasil

Highlights

MEMBANGUN DESA INKLUSIF BERKEADILAN

Juli 06, 2017

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Kabupaten Pangkep) dikenal sebagai daerah ‘tiga dimensi’ dikarenakan wilayahnya yang meliputi pegunungan, daratan rendah dan kepulauan sehingga memiliki tantangan tersendiri dalam melaksanakan pembangunan terutama di desa.  Pada wilayah kepulauan, pembangunan desa yang inklusi menjadi sebuah pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah daerah dikarenakan kondisi geografis yang menantang sehingga memerlukan penanganan dan strategi tersendiri.

Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Pangkep untuk tahun 2017 adalah sebesar 120 miliar, naik 100 persen dari tahun 2016 dimana total ADD yang diterima sebesar 60miliar. Jumlah akan dibagikan ke 65 desa di Pangkep, sehingga setiap desa ada yang mendapatkan 1,8miliar hingga 2milliar. Diharapkan dengan adanya peningkatan ADD, maka pembangunan desa yang berpihak kepada rakyat miskin dan rentan akan dapat terlaksana dengan baik. Namun kondisi geografis yang menantang dan tidak mudah dijangkau berakibat kepada banyaknya kepala desa yang memerlukan pendampingan dan dukungan dalam penyiapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) agar dapat selaras dengan arah kebijakan pembangunan kabupaten/kota yaitu pengentasan kemiskinan.

Guna mendukung hal tersebut, KOMPAK bekerjasama dengan mitra TAF-SAPP (The Asia Foundation-Social Accountability and Public Participation), YASMIB, telah membantu pemerintah desa dan daerah dalam proses penyusunan RPJMDes menjadi lebih inklusi dan berpihak kepada masyarakat miskin. Salah satu desa kepulauan yang menjadi lokasi percontohan adalah Desa Matiro Kanjo. Kepala desa Matiro Kanjo, Musakkir yang baru terpilih pada Desember 2016, mendorong diskusi formulasi rancangan RPJMDes bersama seluruh komponen masyarakat. Diskusi ini dihadiri oleh anggota sekolah perempuan, para pendamping desa, dan penyandang disabilitas. YASMIB, dengan dukungan dari Camat Liukang Tupabbiring Utara membantu perangkat Desa Matiro Kanjo memfasilitasi proses ini.

“Data yang telah berhasil dikumpulkan jangan hanya disimpan, harus kita gunakan agar kita dapat mengenali masalah yang ada dan mencari jalan keluarnya dalam menyusun RPJMDes yang berpihak kepada masyarakat miskin dan kaum marginal.” Kata Syamsura Syam, Camat Liukang Tupabiring Utara.

Pada Januari 2017, Desa Matiro Kanjo berhasil menyelesaikan rancangan RPJMDes dan telah diajukan kepada pemerintah daerah. Rancangan tersebut mencakup komitmen desa untuk mempromosikan partisipasi kelompok marginal, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk dukungan pada kegiatan inklusi sosial seperti pengadaan alat-alat untuk penyandang disabilitas, diseminasi pergerakan masyarakat yang inklusi,  pelayanan kesehatan bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas, pelatihan pelayanan inklusi kepada para pemberi layanan bidang kesehatan dan pendidikan, mengumpulkan data statistik penyandang disabilitas yang dapat diakses di kantor desa, serta pembentukan forum untuk keluarga-keluarga penyandang disabilitas.

RELATED ARTICLES
Pembahasan Rencana Kerja untuk Program KOMPAK dengan Bappenas

Pembahasan Rencana Kerja untuk Program KOMPAK dengan Bappenas

Oktober 16, 2015

Bappenas bertemu dengan DFAT,KOMPAK, dan para pemangku kepentingan terkait lainnya untuk membahas program KOMPAK dan…

SELENGKAPNYA
Pelatihan Persiapan Pendamping untuk Daerah Pedesaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa

Pelatihan Persiapan Pendamping untuk Daerah Pedesaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa

September 06, 2016

Jakarta (3/8) – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyelenggarakan pelatihan persiapan untuk Pendamping…

SELENGKAPNYA
Meningkatkan Layanan Publik dan Kelompok Kurang Mampu Dengan Inovasi

Meningkatkan Layanan Publik dan Kelompok Kurang Mampu Dengan Inovasi

Juni 06, 2016

Jakarta (6/1) – KOMPAK menjadi tuan rumah bagi Social Young Innovators (So Young–Inovator Sosial Muda),…

SELENGKAPNYA