Kumpulan Hasil

Highlights

BERBAGI INFORMASI MELALUI JURNALISME WARGA UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN PELAYANAN DASAR

Juli 21, 2017

“Jurnalisme warga berfungsi sebagai fungsi kontrol dari masyarakat secara sehat. Selain itu, jurnalisme warga juga dapat memaparkan semua kegiatan, persoalan, dan potensi desa.” Ujar Bambang Irianto, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan pada kegiatan peluncuran jurnalisme warga pada tanggal 12 Juni. Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Bappeda Pekalongan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar ikut berperan aktif dalam memonitor kebijakan-kebijakan pemerintah terkait pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, terutama bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

Kurang lebih 50 jurnalis warga turut bergabung dalam kegiatan ini untuk menuliskan suara warga atas kebijakan pendidikan dan kesehatan di desa mereka, yang kemudian diterbitkan di media cetak, online, radio, televisi, majalah dinding maupun media sosial yang ada di daerah mereka. Salah satunya adalah www.suarapetungkriyono.com.  

Kelompok perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok marjinal lainnya juga ikut didorong untuk berperan aktif mengumpulkan,menganalisis data serta informasi untuk kemudian diolah menjadi berita dan informasi. Jurnalisme warga diharapkan dapat menangkap persoalan aktual terkait pelayanan dasar yang dihadapi oleh masyarakat untuk kemudian disampaikan kepada pengambil keputusan  maupun penyedia layanan untuk dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, jurnalisme warga juga dapat berfungsi sebagai sumber cerita dan praktik baik yang berjalan di tingkat komunitas.

Bambang Irianto mengatakan bahwa jurnalisme warga dapat membantu untuk melengkapi keberadaan media di Kabupaten Pekalongan. “Kami berharap jurnalisme warga dapat membantu warga dengan menjadi sebuah jembatan informasi masyarakat, misalnya melalui tulisan mengenai akses jalan di Petungkriyono. Saya percaya bahwa jurnalisme adalah media kontrol untuk pembangunan dan dapat berkontribusi untuk daerah masing-masing terutama yang berada di ujung Pekalongan.” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program jurnalisme warga Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang bekerja sama dengan The Asia Foundation dan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan). Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di 12 kabupaten di lokasi KOMPAK lainnya di Indonesia, yaitu Kabupaten Pekalongan, Brebes dan Pemalang di Jawa Tengah, Kabupaten Bantaeng, Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di Sulawesi Selatan, Kabupaten Trenggalek dan Pacitan di Jawa Timur, Kabupaten Bener Meriah, Bireuen dan Aceh Barat di Aceh, serta Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat.

Dilansir dari www.portalpacitan.com, jurnalisme warga telah mendorong Pemerintah Desa Ketro, Kabupaten Pacitan untuk memperhatikan penyandang disabilitas. Selain memberikan bantuan kursi roda kepada Mujito, Pemerintah Desa Ketro berkomitmen untuk memperhatikan penyandang disabilitas lain di daerah tersebut. “Dimulai di tahun 2017 ini, kami akan mulaimenyalurkan dana desa untuk penyandang disabilitas.” ujar Tupani, Kepala Desa Ketro.

RELATED ARTICLES

Membuka Pintu Harapan : Lokakarya Penguatan BUMDes Kabupaten Bantaeng

April 28, 2017

KOMPAK melihat situasi Awaluddin lazim ditemui di 18.000 BUMDes yang tercatat di Kementerian Desa, Pembangunan…

SELENGKAPNYA
Konsultasi Frontline dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Konsultasi Frontline dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Oktober 01, 2015

Konsultasi ini merupakan proses yang sangat penting untuk memastikan masukan dan dukungan berharga dari pemerintah…

SELENGKAPNYA
KOMPAK mendukung komunitas dan kewirausahaan sosial untuk kelompok-kelompok komunitas di Bandung

KOMPAK mendukung komunitas dan kewirausahaan sosial untuk kelompok-kelompok komunitas di Bandung

Juni 03, 2016

Bersama dengan Komunita dan Kinara Indonesia, KOMPAK menyelenggarakan acara kumpul-kumpul komunitas yang bertema ‘Komunitas dan…

SELENGKAPNYA